Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Vaksinasi

Stok Vaksin Covid-19 di Indonesia Terancam Habis 14 Hari Lagi

India sebagai negara produsen vaksin terbesar sedang melakukan embargo, lantaran kasus Covid-19 meningkat di negara itu.

Tayang:
Editor: DionDBPutra
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di Bebek Tepi Sawah, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali, Jumat 12 Maret 2021 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, stok vaksin Covid-19 terancam habis di bulan April 2021 akibat embargo dari India.

"Di bulan April, laju penyuntikan kita sekarang udah 500 ribu per hari dan kalau kita punya cuma tujuh juta itu artinya 14 hari (habis) dan sekarang sedang kita atur bagaimana vaksinasinya," ujar Budi Sadikin dalam diskusi, Minggu 28 Maret 2021.

Jika sesuai rencana, katanya, Indonesia menerima 11 juta dosis vaksin Covid-19 dari COVAX GAVI yang akan diterima secara bertahap hingga Mei 2021. Ssaat ini Indonesia memiliki stok vaksin jadi di Bio Farma hanya tujuh juta dosis.

"Ini bulan April, vaksin Sinovac cuma 7 juta. Saya pikir bisa dapat 7,5 juta (tambahan) dari COVAX, sehingga 15 juta jadi bisa untuk vaksinasi. Tapi sepertinya akan dapat cuma 1,1 juta, 10,6 juta vaksinnya tertahan," ungkap mantan wakil menteri BUMN ini.

Baca juga: Target Selesai pada Juni 2021, Berikut Data Sasaran dan Capaian Vaksinasi Covid-19 di Provinsi Bali

Baca juga: 1.059 PMI Tabanan Sudah Daftar, Vaksinasi Tunggu Jadwal dari Pemprov Bali 

Sebelumnya Budi menyampaikan, program vaksinasi yang tengah gencar dilakukan pemerintah terkendala pasokan vaksin.

India sebagai negara produsen vaksin terbesar sedang melakukan embargo, lantaran kasus Covid-19 meningkat di negara itu.

Budi menyebutkan, India merupakan produsen untuk vaksin AstraZeneca, Novavax, maupun Pfizer.

"Ini ada berita buruk. India ini sedang naik (kasus Covid-19), karena naik India embargo vaksin eggak boleh keluar lagi vaksinnya. Enggak kirim ke COVAX GAVI, karena memang India adalah pabrik vaksin terbesar di dunia di luar Cina. Jadi Novavax, AstraZeneca, juga kabarnya Pfizer dibuat di sana," ujarnya.

Tidak Ada Larangan

Dikutip dari laman The Hindustan Times, Minggu 28 Maret 2021, pemerintah India telah memutuskan fokus pada program vaksinasi dalam negeri menyusul terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di negara itu.

Baca juga: Genjot Vaksinasi Pada Zona Hijau, Dinkes Bali Kembali Terima Vaksin Sinovac Sebanyak 100 Ribu Dosis

Para pejabat setempat yang mengetahui masalah tersebut mengatakan pada awal pekan ini bahwa tidak akan ada perluasan ekspor vaksin.

SII yang berbasis di Pune ini memproduksi vaksin Oxford-AstraZeneca Covid dosis ganda dengan nama merek Covishield.

"GAVI menghargai hubungan jangka panjangnya dengan pemerintah India dan produsen yang telah memproduksi berbagai vaksin berkualitas tinggi untuk dunia. Mereka telah berkontribusi dalam menyelamatkan 14 juta nyawa di negara berpenghasilan rendah selama dua dekade terakhir," jelas Gupta.

Mengetahui kabar ini, India pun menegaskan kembali bahwa tidak ada larangan terhadap ekspor vaksin Covid-19.

"India selalu memikirkan tidak hanya negara tetangganya, namun juga negara lain yang tertarik untuk mendapatkan vaksin kami. Kami telah mengekspor lebih dari 6 crore dosis vaksin, tidak ada larangan ekspor vaksin Covid-19,” tegas pejabat pemerintah yang enggan disebutkan namanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved