Terusan Suez
Terusan Suez: Buritan dan Kemudi Kapal Ever Given Sudah Bisa Bergerak Sedikit
Tim penyelamat mengatakan, mereka sudak bisa menggerakkan buritan dan kemudi kapal Ever Given setelah kapal keruk menggali 20.000 ton pasir.
TRIBUN-BALI.COM, SUEZ - Meski masih jauh dari selesai, ada kabar mengenai usaha membebaskan kapal Ever Given yang terjebak di Terusan Suez,
Pada hari Minggu 28 Maret 2021 kapal raksasa itu sudah bisa bergerak sedikit.
Tim penyelamat mengatakan, mereka sudak bisa menggerakkan buritan dan kemudi kapal Ever Given setelah kapal keruk menggali 20.000 ton pasir dari sekitar haluannya.
Menurut laporan The Independent, total 9.000 ton air pemberat juga dikeluarkan dari kapal Evergreen (nama operator yang tertera di lambung) untuk meringankan bobot kapal.
Evakuasi kapal Ever Given mengalami sedikit kemajuan, tetapi masih belum jelas kapan kondisi Terusan Suez macet bisa berakhir.
Baca juga: Update Terusan Suez, Lebih dari 360 Kapal Terdampar di Mediterania dan Laut Merah
Baca juga: Iran Manfaatkan Krisis Terusan Suez, Ajukan Diri Jadi Alternatif Penghubung Asia Eropa
Sebanyak dua upaya untuk mengeluarkan kapal berbobot 200.000 ton dengan panjang 400 meter dan lebar 59 meter itu sempat gagal pada Sabtu 27 Maret 2021.
Bantuan dari 14 kapal tunda tak sanggup menggesernya, tetapi ada harapan bisa dilakukan saat air pasang.
Kepala Otoritas Terusan Suez, Osama Rabie, mengatakan kepada TV lokal, ada harapan kapal Ever Given bisa bergerak lagi dan air mulai mengalir di bawah kapal.
Namun ketika ditanya kapan Terusan Suez dibuka Rabie menjawab, "Saya tidak bisa mengatakannya karena saya tidak tahu."
Smit Salvage perusahaan Belanda yang terlibat dalam evakuasi mengatakan, kapal Ever Given bisa dikeluarkan awal pekan ini dengan bantuan kapal tunda yang lebih berat dan bobot gabungannya 400 ton.
Jika tidak, mereka harus menggunakan derek untuk memindahkan sebagian dari 18.300 kontainer kapal Evergreen untuk meringankan bobotnya.
"Kalau kami tidak berhasil mengeluarkannya minggu depan, kami harus menurunkan sekitar 600 kontainer untuk mengurangi beratnya."
"Itu akan membuatnya semakin lama setidaknya beberapa hari, karena di mana harus meletakkan semua kontainer itu belum diketahui," ujar CEO Boskalis, perusahaan induk Smit Salvage, kepada tv Belanda Nieuwsuur.
Sekitar 15 persen lalu lintas pelayaran dunia melewati kanal ini, dan kondisi Terusan Suez macet memengaruhi rantai pasokan global.
Lebih dari 320 kapal termasuk milik Ikea dan perusahaan furnitur yang berbasis di Inggris, Cotswold Company, turut terdampak Terusan Suez ditutup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ever-given-bergerak.jpg)