Sponsored Content
Pasar Banyuasri Jadi Kado Spesial HUT Kota Singaraja
Setelah melalui proses panjang, Pasar Banyuasri, Singaraja, Bali, akhirnya resmi beroperasi dan akan diresmikan saat HUT Kota Singaraja
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Dana itu diberikan khusus agar proyek revitalisasi pasar Banyuasri dapat terus berjalan.
Berkat bantuan dana tersebut, pasar pun akhirnya tuntas dikerjakan hingga akhir Desember 2020.
Pasca tuntas dikerjakan, Pemkab juga sempat mengalami kendala menentukan tarif pungutan harian untuk pedagang.
Pasalnya, berdasarkan hitung-hitungan PD Pasar Buleleng, biaya operasional pasar tersebut mencapai Rp24 juta per hari.
Sementara tarif pungutan harian untuk pedagang masih berkisar Rp3 ribu per hari.
Hal ini lantas dikhawatirkan akan menimbulkan kerugian.
Baca juga: Orangtua Bayi Gelisah, Kelainan Usus di RSUD Buleleng, Butuh Bantuan Biaya Rp 45 Juta
Hingga akhirnya PD Pasar mengusulkan kepada Bupati Buleleng untuk menaikan tarif pungutan harian tersebut.
Pembahasan terkait kenaikan tarif pungutan harian ini cukup alot.
Pemkab harus melibatkan tim appraisal independen untuk menghitung nilai yang layak dibayar oleh para pedagang.
Di mana, berdasarkan hitung-hitungan tim appraisal, tarif pungutan harian yang harus dibayar oleh pedagang jauh lebih mahal, yakni mencapai Rp25 ribu per hari khusus untuk los.
Hal ini pun dikhawatirkan akan memberatkan para pedagang, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini.
Setelah rapat berkali-kali, pada Maret 2021 lalu, Bupati Suradnyana akhirnya sepakat jika pungutan harian untuk pedagang di los hanya sebesar Rp5 ribu per hari, dan ruko Rp25 ribu per hari.
Pasca adanya kesepakatan itu, pada Kamis 18 Maret 2021, para pedagang mulai mengikuti pengundian untuk menentukan lokasi-lokasi mereka berjualan.
Usai pengundian, para pedagang pun mulai memindahkan barang dagangan mereka dari yang sebelumnya di pasar darurat yang terletak di Terminal Banyuasri, ke Pasar Banyuasri.
Pasar itu kemudian dinyatakan resmi beroperasi pada Jumat 26 Maret 2021, dan akan diresmikan oleh Gubernur Bali dan Bupati Buleleng pada Selasa 30 Maret 2021, bertepatan saat ulang tahun Kota Singaraja, yang ke 417.
"Sesuai rencana, pasar ini akan diresmikan saat HUT Kota. Ini menjadi kado spesial untuk masyarakat. Semoga Pasar ini bisa memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang," terang Bupati Suradnyana. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-pasar-banyuasri-buleleng-bali-pasca-direvitalisasi.jpg)