Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sponsored Content

Pasar Banyuasri Jadi Kado Spesial HUT Kota Singaraja

Setelah melalui proses panjang, Pasar Banyuasri, Singaraja, Bali, akhirnya resmi beroperasi dan akan diresmikan saat HUT Kota Singaraja

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Suasana Pasar Banyuasri, Buleleng, Bali pasca direvitalisasi Selasa 30 Maret 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Setelah melalui proses panjang, Pasar Banyuasri, Singaraja, Bali, akhirnya resmi beroperasi.

Para pedagang tradisional kini dapat memanfaatkan bangunan megah itu untuk meningkatkan perekonomiannya, di tengah pesatnya perkembangan pasar dan toko-toko modern.

Seperti diketahui, Pasar Banyuasri direvitalisasi oleh Pemkab Buleleng dengan anggaran sebesar Rp159.5 Miliar.

Pengerjaannya dimulai pada Desember 2019 lalu, oleh PT Tunas Jaya Sanur.

Pasar berlantai tiga dengan luas 20.400 meter persegi itu memiliki 92 unit ruko, 200 los basah dan 252 los kering di lantai satu, 244 los kering dan 184 kios di lantai dua, serta delapan unit kios kuliner dan areal parkir di lantai tiga.

Pasar itu juga memiliki fasilitas berupa tangga eskalator, lift untuk pengunjung, serta AC khusus untuk los daging.

Baca juga: Pemkab Buleleng Usulkan 242 Formasi CPNS dan 2.616 Formasi PPPK

Baca juga: Selain di 2 TKP, Pelaku Skimming ATM Asal Bulgaria Juga Pernah Beraksi di Buleleng dan Lombok

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengatakan, pasar tradisional selama ini kalah bersaing dengan pasar modern, sebab terkesan kumuh.

Untuk itu, dengan merevitalisasi Pasar Banyuasri menjadi pasar semi modern, ia berharap minat masyarakat untuk berbelanja di pasar modern semakin meningkat.

Bahkan ia juga merancang pasar tersebut menjadi objek city tour.

Sebelum pasar semi modern itu berdiri, Pemkab pun sempat menemukan kendala.

Di mana sebagian anggarannya senilai Rp56 Miliar, harus dialihkan ke Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan Covid-19.

Dengan adanya rasionalisasi itu, proyek sempat dikhawatirkan akan mandek.

Hingga Pemkab sempat berencana untuk melakukan pinjaman daerah ke bank, agar proyek tersebut tetap berjalan, dan selesai hingga waktu yang ditentutkan, yakni Desember 2020.

Baca juga: Chat Tak Dibalas, Cewek 24 Tahun Antar Mayat Bayi ke Rumah Pacar di Buleleng

Belakangan, Buleleng rupanya mendapatkan hadiah dari Gubernur Bali, Wayan Koster.

Di sela-sela kegiatannya saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Bendungan Tamblang pada Agustus 2020 lalu, Koster tiba-tiba memberikan bantuan dana sebesar Rp50 Milar yang bersumber dari APBD Bali.

Dana itu diberikan khusus agar proyek revitalisasi pasar Banyuasri dapat terus berjalan.

Berkat bantuan dana tersebut, pasar pun akhirnya tuntas dikerjakan hingga akhir Desember 2020.

Pasca tuntas dikerjakan, Pemkab juga sempat mengalami kendala menentukan tarif pungutan harian untuk pedagang.

Pasalnya, berdasarkan hitung-hitungan PD Pasar Buleleng, biaya operasional pasar tersebut mencapai Rp24 juta per hari.

Sementara tarif pungutan harian untuk pedagang masih berkisar Rp3 ribu per hari.

Hal ini lantas dikhawatirkan akan menimbulkan kerugian.

Baca juga: Orangtua Bayi Gelisah, Kelainan Usus di RSUD Buleleng, Butuh Bantuan Biaya Rp 45 Juta

Hingga akhirnya PD Pasar mengusulkan kepada Bupati Buleleng untuk menaikan tarif pungutan harian tersebut.

Pembahasan terkait kenaikan tarif pungutan harian ini cukup alot.

Pemkab harus melibatkan tim appraisal independen untuk menghitung nilai yang layak dibayar oleh para pedagang.

Di mana, berdasarkan hitung-hitungan tim appraisal, tarif pungutan harian yang harus dibayar oleh pedagang jauh lebih mahal, yakni mencapai Rp25 ribu per hari khusus untuk los.

Hal ini pun dikhawatirkan akan memberatkan para pedagang, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini.

Setelah rapat berkali-kali, pada Maret 2021 lalu, Bupati Suradnyana akhirnya sepakat jika pungutan harian untuk pedagang di los hanya sebesar Rp5 ribu per hari, dan ruko Rp25 ribu per hari.

Pasca adanya kesepakatan itu, pada Kamis 18 Maret 2021, para pedagang mulai mengikuti pengundian untuk menentukan lokasi-lokasi mereka berjualan.

Usai pengundian, para pedagang pun mulai memindahkan barang dagangan mereka dari yang sebelumnya di pasar darurat yang terletak di Terminal Banyuasri, ke Pasar Banyuasri.

Pasar itu kemudian dinyatakan resmi beroperasi pada Jumat 26 Maret 2021, dan akan diresmikan oleh Gubernur Bali dan Bupati Buleleng pada Selasa 30 Maret 2021, bertepatan saat ulang tahun Kota Singaraja, yang ke 417.

"Sesuai rencana, pasar ini akan diresmikan saat HUT Kota. Ini menjadi kado spesial untuk masyarakat. Semoga Pasar ini bisa memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang," terang Bupati Suradnyana. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved