Breaking News:

Vaksinasi

PBNU Nyatakan Vaksin AstraZeneca Suci

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyatakan vaksin AstraZeneca adalah mubah (boleh) digunakan karena suci dan tidak membahayakan.

Editor: DionDBPutra
khybernews.tv
ilustrasi vaksin Covid-19. PBNU menyatakan vaksin AstraZeneca adalah mubah (boleh) digunakan karena suci dan tidak membahayakan. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Bahtsul Masail PBNU menyatakan vaksin AstraZeneca adalah mubah (boleh) digunakan karena suci dan tidak membahayakan.

Hal tersebut dinyatakan dalam salinan dokumen hasil Bahtsul Masail Lembaga Bahtsul Masail PBNU Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pandangan Fikih Mengenai Penggunaan Vaksin AstraZeneca tertanggal 29 Maret 2021, yang diterima pada Selasa 30 Maret 2021.

Salinan dokumen itu menyatakan, vaksin AstraZeneca boleh disuntikkan ke tubuh manusia meskipun dalam kondisi normal, apalagi dalam kondisi darurat.

"Pihak AstraZeneca secara transparan telah memberikan pernyataan dan pemaparan bahwa seluruh proses pembuatan vaksin yang dilakukan pihak AstraZeneca tidak memanfaatkan bahan yang berasal dari unsur babi," ungkap pernyataan itu.

Baca juga: Bali Lanjut Pakai Vaksin AstraZeneca, DPRD Bali Minta Kepastian Keamanan Vaksin

Baca juga: Warga Ubud Menggigil 2 Hari Usai Divaksin - Pengiriman 10,3 Juta Dosis AstraZeneca Ditunda, Ada Apa?

"Mempertimbangkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa vaksin AstraZeneca adalah mubah (boleh) digunakan bukan hanya karena tidak membahayakan melainkan juga karena suci," sebagaimana dikutip dari dokumen tersebut.

Diharapkan, melalui Pandangan Fikih Mengenai Penggunaan Vaksin AstraZeneca dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Bahtsul Masail PBNU, masyarakat tak perlu meragukan kemubahan vaksin AstraZeneca ini.

Hasil Bahtsul Masail tersebut disampaikan untuk menjadi pegangan warga NU, khususnya, dan umat Islam Indonesia umumnya.

Bahtsul Masail juga mengajak untuk berdoa, meminta pertolongan Allah SWT agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) segera bebas dari pandemi virus covid-19.

Keterangan itu juga menyebutkan, sempat terjadi pemanfaatan tripsin babi untuk melepas sel inang dari wadah yang dilakukan pihak supplier (Thermo Fisher) sebelum dibeli oleh Oxford- AstraZeneca.

Baca juga: Vaksinasi di Sanur Gunakan Vaksin AstraZeneca, Lebih Manjur Mana dengan Sinovac? Ini Perbedaannya

Jika dijelaskan secara ringkas, maka proses produksi vaksin AstraZeneca dapat dirangkum sebagai berikut:

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved