Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

BPBD Gianyar bersama PMI Akan Kembali Lakukan Pencarian Komang Ayu

BPBD Gianyar bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Bali dan PMI Bangli akan kembali melakukan pencarian terhadap Ni Komang Ayu Ardani asal Banjar Terun

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Situasi Jembatan Banjar Laplapan, Ubud, Gianyar, Bali tampak sepi, Kamis 1 April 2021 pagi. Biasanya masyarakat dan dukun sudah memenuhi kawasan tersebut. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sebuah kabar gembira disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, Kamis 1 April 2021.

Di mana, BPBD Gianyar bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Bali dan PMI Bangli akan kembali melakukan pencarian terhadap Ni Komang Ayu Ardani asal Banjar Teruna, Desa Siangan, Gianyar, yang jatuh di jembatan kawasan Banjar Laplapan, Ubud Gianyar, Bali.

Namun pencarian kali ini tidak dilakukan setiap hari. 

Namun dilakukan setiap Sabtu dan Minggu. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, IGN Dibya Presasta mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat pleno,  Rabu 31 Maret 2021.

Dalam rapat diputuskan berbagai hal.

Baca juga: Tak Hanya Akses Penghubung, Jembatan Tukad Pakerisan Gianyar Kini Dimanfaatkan untuk Berjualan

Baca juga: Sehari Tiga Dukun Datang, Bantu Pencarian Komang Ayu di Jembatan Tukad Petanu Gianyar

Selain BPBD Gianyar, dalam pencarian Komang Ayu ini PMI Bali dan PMI Bangli juga akan mengerahkan relawan PMI.

"Besok Jumat jam 15.00 Wita akan dilaksanakan persembahyangan di tiga  pura sekitar lokasi. Pencarian akan dilaksanakan mulai Sabtu dan Minggu pagi jam 08.00 dengan mengerahkan relawan PMI, BPBD dan masyarakat," ujarnya.

Terkait konsumsi dalam pencarian ini, Ngurah Dibya mengatakan akan ditanggung oleh pemerintah.

"Konsumsi dibantu dari Bagian Umum Pemkab Gianyar," ujarnya.

Pantauan Tribun Bali di jembatan Laplapan, Kamis 1 April 2021 pagi, situasinya tampak sepi.

Tidak seperti biasanya. Di mana sekitar pukul 09.00 Wita, sudah ada masyarakat dan dukun di kawasan tersebut. 

Baca juga: Tepat di Hari Kajeng Kliwon Pencarian Komang Ayu Dihentikan, Basarnas: Maaf Kami Belum Bisa Temukan

Diberitakan sebelumnya, Tim gabungan lintas instansi menghentikan pencarian Ni Komang Ayu Ardani (37) asal Banjar Teruna, Desa Siangan, Gianyar, Bali, Kamis 25 Maret 2021 pukul 15.30 Wita.

Meski dihentikan, namun pihak Basarnas Bali maupun BPBD Gianyar belum menutup pencarian secara permanen.

Ketika nanti ada informasi terkait keberadaan korban, mereka akan kembali mencari.

Kepala BPBD Gianyar, Ida Bagus Suamba mengatakan, Kamis merupakan hari ke delapan korban bersama anaknya dan mertuanya jatuh ke jurang di bawah jembatan Banjar Laplapan, Ubud.

Tim pencarian terdiri dari berbagai pihak, mulai dari Basarnas Bali, Balawista Bali, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gianyar, Polairud Polda Bali, Polairud Polres Gianyar, Tagana, ratusan relawan dan terakhir bergabung Yonzipur 18/YKR.

Total orang yang pencari sebanyak 135 orang per hari.

"Tim Balawista telah melakukan penyisiran sampai laut, tapi tidak ada tanda-tanda, termasuk bau pun tidak tercium. Balawista kami sudah berpengalaman. Kalau misalnya ada bau, dalam radius 50 meter saja sudah diketahui," ujarnya.

Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Bali, Anak Agung Ketut Alit Supartana mengantakan, hari ini (kemarin, Red) merupakan keterlibatan Basarnas di hari ke tujuh.

Dan, dalam penutupan pencarian ini, bukan berarti pihaknya menutup secara permanen.

"Pencarian hari ini (kemarin, Red) kami tutup, tapi bukan berarti kita berhenti secara permanen. Seandainya hari ke 8, 9, atau10 ada laporan warga, ada tanda keberadaan korban, agar diinformasikan ke kita atau BPBD," ujarnya.

Dia mengungkapkan, selama pencarian di hari pertama, pihaknya melakukan penyisiran di TKP hingga radius 1,5 km.

Di mana saat itu, air sungai relatif tinggi.

Pencarian yang dilakukan siang dan malam, tidak membuahkan hasil.

Hari kedua dan seterusnya, pencarian diperluas hingga radius 2 km.

"Kami lakukan pencarian dengan semua unsur, dengan hati-hati. Semua yang dilakukan atas koordinasi. Tidak ada yang bergerak atas kemauan diri sendiri. Mohon maaf untuk keluarga, kami belum bisa temukan," ujarnya.

Kasat Polairud Polres Gianyar, Iptu I Wayan Antariksawan menambahkan, selama pencarian, tidak ada sejengkal tempat pun yang tidak diperiksa.

Bahkan, setiap ada lokasi yang dicurigai, tim pencari sampai mengeceknya hingga tiga sampai empat kali.

"Ada tempat yang kita curigai, kita lakukan pencarian berulang-ulang, bahkan sampai tiga, empat kali. Setiap informasi kami tindaklanjuti. Masyarakat sangat antusias membantu. Tapi apa daya, sampai habis waktunya, korban belum ditemukan," ujarnya.

"Sebelum pencarian, tiap hari saya berdoa. Bangun tidur berdoa agar korban bisa ditemukan. Tapi ini di batas kemampuan kami," ujarnya.

Dalam penutupan tersebut, pihak keluarga, termasuk suami korban hadir.

Pihak keluarga berterima kasih atas bantuan pihak pemerintah selama ini, termasuk juga para relawan.

Namun, meskipun pihak pemerintah telah menutup pencarian, pihak keluarga akan tetap melakukan pencarian.

"Saya selaku keluarga berterima kasi pada aparat, masyararakat dan semua yang membantu. Kami selaku keluarga tetap melakukan pencarian bersama teman, keluarga atau relawan. Kami selalu mengharapkan adanya pihak yang membantu kami," ujar kakak suami korban, I Wayan Sumirat.

Di hari terakhir, tim gabungan pencari Komang Ayu kedatangan tenaga baru yakni Yonzipur 18/YKR yang berkedudukan di Kabupaten Gianyar.

Anggota TNI dari divisi Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) menurunkan sejumlah material pencarian, termasuk personel penyelam.

Namun karena arus yang berbahaya, penyelam urung diturunkan.

Berdasarkan data yang diterima Tribun Bali, dalam pencarian Komang Ayu, pihak Yonzipur 18/YKR menurunkan 11 personel.

Material yang diturunkan, mulai dari perahu karet dengan mesin tempel 15 unit, pelampung 11 pieces, dayung 10 pieces, tali jiwa 200 meter.

Mereka juga membawa tali pendek sepanjang 20 meter sebanyak empat buah.

Pgs Pasiops Yonzipur 18/YKR, Letda Czi Muhammad Alba Deska, mengatakan, dalam pencarian ini, pihaknya juga menurunkan dua orang penyelam lengkap dengan pakaian penyelam, untuk mencari keberadaan korban di dasar sungai, mengingat di bawah sungai terdapat rongga-rongga, yang diduga korban tersangkut di sana.

"Situasi medan saat survei, kondisi arusnya deras, sungai dalam kedalaman dua sampai empat meter, dan di dasar sungai pasir berlumpur," ujarnya.

Namun saat berada di TKP, pihak Yonzipul tidak jadi menurunkan penyelam.

Hal tersebut karena arus deras dan berisiko.

"Tidak ada selam kita, arus deras berbahaya," ujarnya. (*).

Berita lainnya di Kecelakaan di Tukad Petanu

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved