Serba Serbi
Redite dengan Redite Sering Sakit, Lihat Makna Jodohmu Sesuai Saptawara
Dalam Hindu Bali, dikenal istilah padewasan, merupakan penentuan hari baik dan buruk dalam melakukan kegiatan.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam Hindu Bali, dikenal istilah padewasan, merupakan penentuan hari baik dan buruk dalam melakukan kegiatan.
Baik itu kegiatan rutin sehari-hari, maupun kegiatan yang bersifat insidental.
Di samping itu, padewasan juga merupakan tenung atau ramalan.
"Sebab dari padewasan juga akan muncul ramalan-ramalan. Baik berdasarkan wewarannya, uripnya, maupun berdasarkan hal lainnya. Yang memang masih berkaitan dengan padewasan," jelas Ida Pedanda Gede Buruan dari Gria Sanding Pejeng Gianyar, Jumat 2 April 2021.
Baca juga: Buda Wage Warigadean, Apa yang Seharusnya Dilakukan Umat Hindu?
Baca juga: Makna Upacara Melasti Sebelum Hari Raya Nyepi Bagi Umat Hindu Bali
Baca juga: Bagi Umat Hindu Bali, Otonan Lebih Penting daripada Ulang Tahun, Apa Sebabnya?
Dalam tenung ramalan, ditemukan hasil baik dan buruk.
Yang disajikan dengan kualitas baik dan buruknya berbeda-beda atau bervariasi.
Sesuai dengan kelahiran dan pertemuan jodohnya.
"Apabila dalam tenung ramalan disebutkan baik, ini bukan berarti dalam kegiatan kehidupan tinggal menunggu saja hasil baik tanpa berbuat sesuatu," tegas ida.
Melainkan harus tetap bekerja, berjuang dengan baik.
Sehingga diharapkan tenung ramalan yang telah dilakukan dan disebutkan hasilnya baik akan menjadi kenyataan.
Demikian juga sebaliknya, apabila tenung atau ramalan disebutkan kurang baik atau buruk.
Bukan berarti harus bersedih, bingung, dan marah meratapi hasil tersebut.
Lalu menyerah pada nasib dan putus asa.
Tidak melakukan sesuatu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/lihat-makna-jodohmu-sesuai-saptawara.jpg)