Breaking News:

Makna Upacara Melasti Sebelum Hari Raya Nyepi Bagi Umat Hindu Bali

Jero Mangku Ketut Maliarsa, menjelaskan bahwa perayaan Nyepi oleh umat Hindu Indonesia diawali dengan melaksanakan melasti

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali/Nyoman Mahayasa
Iringan pemedek krama Desa adat kuta saat menggelar Upacara melasti di pantai Kuta, Senin (4/3/2019) dengan latar warna matahari tenggelam. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebelum menyambut hari raya Nyepi pada 14 Maret 2021, umat Hindu di Bali akan melakukan beberapa rangkaian upacara.

Satu diantaranya adalah melis atau mekiyis.

Namun apakah sebenarnya makna dari melis atau mekiyis ini?

Baca juga: 20 Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi dalam Bahasa Inggris dan Bali, Lengkap dengan Terjemahannya

Jero Mangku Ketut Maliarsa, menjelaskan bahwa perayaan Nyepi oleh umat Hindu Indonesia diawali dengan melaksanakan melasti atau disebut juga melis dan mekiyis.

"Tujuannya untuk melebur segala macam kotoran pikiran (manacika), perkataan (wacika), dan perbuatan (kayika)," sebutnya kepada Tribun Bali, Kamis 11 Maret 2021.

Kata 'melasti' terdiri dari kata mala dan asti atau astiti. Kata mala bermakna kotoran atau klesa, dan astiti berarti memuja atau mendoakan.

Sehingga melasti adalah melakukan pembersihan segala kekotoran, dengan memuja keagungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,Tuhan Yang Maha Esa beserta manifestasinya.

Agar mencapai kebersihan alam manusia (bhuana alit) sehingga bersih lahir batin.

Serta kebersihan alam semesta (bhuana agung), sehingga menjadi tenang dan damai tidak ada Panca Baya atau dijauhkan dari marabahaya.

"Melasti memang dilakukan beberapa hari sebelum Nyepi. Pada saat ini para umat Hindu akan mundut atau mengusung pratima dan pralingga beserta alat-alat upacara di pura.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved