Breaking News:

Berita Buleleng

BREAKING NEWS: Siswi SMP di Buleleng Diduga Bunuh Diri Dengan Cara Minum Potasium

Seorang pelajar yang masih duduk di bangku kelas VIII di salah satu SMP Negeri di Buleleng, tewas bunuh diri diduga dengan cara minum potasium, Minggu

Istimewa
Polisi saat melakukan olah TKP di kamar milik DAK, Minggu (4/4/2021) 

TRIBUN-BALI.COM,  SINGARAJA - Seorang pelajar yang masih duduk di bangku kelas VIII di salah satu SMP Negeri di Buleleng, tewas bunuh diri diduga dengan cara minum potasium, Minggu 4 April 2021 siang sekira pukul 12.00 wita.

Pelajar berinisial DKA (15) asal Kecamatan Sukasada  itu bunuh diri di dalam kamarnya.

Kapolsek Sukasada, Kompol Wayan Sartika dikonfirmasi melalui saluran telepon mengatakan, tindakan bunuh diri ini pertama kali diketahui oleh ayahnya, bernama DKT (48).

Saat itu, ayah pelaku bunuh diri menduga jika sang anak sedang tidur.

Baca juga: Update Covid di Buleleng 2 April 2021, Kasus Baru Terkonfirmasi Tambah 29 Orang, Meninggal 2 Orang

Sehingga ia mencoba masuk ke dalam kamar, dan membangunkannya.

Namun ia mendapati sang anak sudah dalam keadaan lemas, dan tidak sadarkan diri.

Bahkan, sang ayah menemukan adanya sisa potasium di dalam gelas, dekat tubuh korban.

Mengetahui sang anak bunuh diri dengan cara minum potasium, ia pun bergegas melarikan DKA ke RS Bali Med Singaraja.

Namun sayang, setibanya di rumah sakit, DKA sudah dinyatakan meninggal dunia.

Disinggung terkait motif DKA nekat mengakhiri hidupnya, Kompol Sartika mengaku belum mengetahui.

Bahkan pihak keluarga pun tidak menyangka jika siswi tersebut nekat mengakhiri hidupnya dengan cara minum potasium.

Pasalnya DKA terkenal sebagai pelajar yang periang, dan dekat dengan keluarganya.

 "Kami sudah meminta keterangan seluruh keluarga dan teman korban. Tidak ada yang tahu kenapa korban nekat bunuh diri.

Padahal anaknya ini periang, suka karaoke, dekat dengan keluarganya," jelas Kompol Sartika.

Baca juga: Polisi Mengaku Belum Terima Hasil Autopsi Bayi yang Dibuang di Dusun Kloncing Buleleng

Bagaimana dengan hubungan asmaranya?

"Keluarga korban juga mengaku tidak tahu apakah korban ini punya pacar atau tidak. Korban tidak pernah cerita ke keluarganya soal pacar.

 Keluarganya juga tidak tahu dari mana korban ini bisa mendapatkan potasium," jawab Kompol Sartika.

Atas adanya kejadian ini, pihak keluarga mengaku telah mengikhlaskan kejadian ini, dan menolak untuk dilakukan autopsi.

Kendati demikian,  Kompol Sartika menyebut, pihaknya tetap akan melakukan penyidikan, untuk mengetahui motif DAK nekat mengakhiri hidupnya.

"Sisa potasiumnya sempat dibuang oleh kakak korban di selokan, karena emosi adiknya nekat bunuh diri.

Namun kami tetap mengamankan gelasnya, untuk penyelidikan lebih lanjut," tutupnya. (*)

DISCLAIMER:

Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan.

Terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri.

Jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved