Berita Buleleng

Polisi Mengaku Belum Terima Hasil Autopsi Bayi yang Dibuang di Dusun Kloncing Buleleng

Selain belum menerima hasil autopsi, terduga pelaku berinisial Made A (24) asal Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, juga hingga saat ini belum

istimewa
Polisi saat mengevakuasi mayat bayi perempuan yang ditemukan di depan rumah warga Dusun Kloncing, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, ke RSUD Buleleng, Selasa (23/3/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Seminggu sudah, kasus  pembuangan bayi perempuan di depan rumah seorang warga, yang terletak di Dusun Kloncing, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Buleleng terjadi.

Namun hingga saat ini polisi mengaku belum menerima hasil autopsi dari bayi malang tersebut.

Sehingga penyebab kematiannya hingga saat ini belum terungkap.

Selain belum menerima hasil autopsi, terduga pelaku berinisial Made A (24) asal Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, juga hingga saat ini belum dilakukan penahanan, sebab dinilai masih mengalami gangguan kesehatan pasca melahirkan.

Baca juga: UPDATE: Pembuang Bayi di Buleleng Diamankan, Terungkap Hubungan Gelap Terduga Pelaku & Pemilik Rumah

Sehingga saat ini wanita yang juga sebagai mahasiswi di Buleleng itu masih dikenakan wajib lapor.

“Status Made A saat ini masih sebagai terlapor.

Yang bersangkutan saat ini masih mengalami gangguan kesehatan, sehingga masih dikenakan wajib lapor.

 Kendati demikian, penyidik sudah sempat melakukan pemeriksaan kepada Made A, dan dia mengakui perbuatan tersebut,” jelas Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya

Rencananya, penyidik akan melakukan pra rekonstruksi terhadap kasus ini, pada Selasa 6 April 2021 mendatang.

Sementara disinggung terkait motif, Iptu Sumarjaya menyebut, Made A membuang bayi perempuan tersebut dengan alasan ingin memberi tahu kepada pemilik rumah, yang juga sebagai kekasihnya jika darah dagingnya telah lahir.

Namun apakah bayi itu meninggal dunia saat belum dilahirkan, atau sesaat dilahirkan, atau setelah dibuang,  Iptu Sumarjaya mengaku belum mengetahui .

Sebab, hingga saat ini Iptu Sumarjaya mengklaim hasil autopsi dari Tim Forensik RSUD Buleleng belum diterima oleh penyidik.

“Hasil autopsi belum diterima.

Sehingga kami belum bisa memastikan apakah bayi itu meninggal sebelum dilahirkan, atau sesaat setelah dilahirkan, atau setelah dibuang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved