Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Terkait Destinasi Wisata Berbasis Kesehatan, Diskes Badung Sebut Ada 3 Rumah Sakit yang Disiapkan

Dinas kesehatan Kabupaten Badung kini masih menyiapkan regulasi terkait rancangan Kementerian Pariwisata dan ekonomi kereatif (Kemenparekraf)

Tayang:
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, dr Nyoman Gunarta 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA  –  Dinas kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung kini masih menyiapkan regulasi terkait rancangan Kementerian Pariwisata dan ekonomi kereatif (Kemenparekraf) menjadikan Bali sebagai destinasi wisata berbasis kesehatan (medical tourism).

Bahkan rancangan itu pun sangat disambut baik oleh pemkab Badung pasalnya bisa memulihkan ekonomi di Bali.

Hal itu pun ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta pada Minggu 4 April 2021.

" Nantinya medical tourism akan memberikan pengaruh yang baik untuk Badung. Bahkan kami di Badung mengantisipasi agar nantinya program ini sejalan dengan program kesehatan pemkab Badung," ujar Gunarta.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Pengunjung di Puri Lanang Sibang Kaja Badung untuk Foto Prewedding

Menurutnya, program yang dicanangkan oleh Menparekraf ini merupakan program yang bagus. Sehingga upaya kesehatan diselenggarakan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif).

"Jadi upaya tersebut dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Sehingga ketiganya harus jalan dan sejalan," bebernya

Dokter asal desa Sibang Gede itu menjelaskan, dalam program medical tourism yang dicanangkan untuk Bali, ada tiga rumah sakit yang direncanakan.

Beberapa rumah sakit tersebut adalah RSUP Sanglah, BIMC hospital dan Siloam Hospital.

Dengan begitu, pihaknya mengaku kini akan mempersiapkan regulasi agar program tersebut dapat berjalan.

“Kalau kami dari Diskes adalah sebagai regulator, apa saja persyaratan medical tourism itu yang jadi kawalan kami. Sebelumnya memang disinggung Siloam yang disiapkan, jadi itu juga merupakan tanggung jawab kami untuk mempersiapkan agar regulasi sejalan dengan program medical tourism dan berjalan dengan baik," jelasnya.

Dr. gunarta menambahkan akan ada kemungkinan rumah sakit daerah yang akan bersinergi dalam medical tourism ini.

Dirinya mengakui kalau di RSD mangusada sebenarnya memiliki fasilitas yang mendukung program tersebut.

"Kalau saja tidak ada Covid-19 kami dapat mengarahkan agar menuju RSD Mangusada. Kami berharap pandemi ini cepat berlalu sehingga nanti kami bisa membantu mempersiapkan trigger untuk memancing adanya rumah sakit daerah yang siap untuk program itu," imbuhnya.

Sejauh ini pihaknya belum mengetahui secara pasti, namun pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Baca juga: Pemkab Badung Buka Pendaftaran Banpres BPUM, Pelaku UMKM Berpotensi Dapat BLT Rp 1,2 Juta

Selebihnya berkoordinasi dengan kepala rumah sakit yang nantinya dipilih oleh kementerian.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved