Bencana di NTT, Lebih dari 60 Orang Tewas, Dampak Cuaca Ekstrem Empat Hari Terakhir
Bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat cuaca ekstrem empat hari terakhir merenggut korban jiwa lebih dari 60 orang
Pasalnya, dipenuhi lumpur dan tidak ada alat berat di lokasi kejadian.
"Kami hanya bisa mencari korban yang belum ditemukan di sekitar lokasi kejadian yang kemungkinan terapung, tetapi tidak bisa melakukan penggalian secara manual karena area dipenuhi lumpur," katanya.
Doni Monardo ke NTT
Pemerintah Provinsi NTT terus melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait kondisi bencana dan penanganan bencana di sebagian wilayah provinsi itu.
Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo akan meninjau Kabupaten Flores Timur yang menjadi wilayah dengan dampak terparah.
"Kami lagi di Jakarta sedang koordinasi dengan BNPB. Rencananya besok pagi pak Kepala BNPB akan turun langsung ke Larantuka," ujar Wakil Gubernur NTT, Josef Adrianus Nae Soi, Minggu 4 April 2021 malam.
BNPB telah merilis korban banjir bandang di wilayah Adonara. Dalam konferensi pers Minggu malam, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr Raditya Jati menyebut korban banjir bandang hingga saat ini berjumlah 41 orang.
Selain itu, ada 9 orang luka dan 7 orang lainnya dilaporkan masih hilang.
Raditya Jati mengatakan, pihak BNPB melalui Pusdalops akan terus melakukan update data korban sesuai dengan verifikasi dari tim BPBD di lapangan.
BNPB melalui BPBD juga telah mendistribusikan bantuan tanggap darurat bagi para korban.
Selain di Kabupaten Flores Timur, banjir bandang juga menerjang Kabupaten Lembata dan Kabupaten Malaka.
Demikian pula di Kabupaten Alor.
Dihubungi Minggu siang, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT, Thomas Bangke menyebut, sebanyak 8 kabupaten/kota di NTT terdampak cuaca ekstrem yang disebabkan Badai Siklon Tropis yang bergerak di Laut Sawu.
Kedelapan daerah itu terdiri dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Malaka, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur khususnya wilayah pulau Adonara.
Thomas menyebut dua wilayah terparah yakni di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Malaka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/banjir-memporakporandakan-rumah-warga-di-kabupaten-flores-timur.jpg)