Breaking News:

Serba Serbi

Arti Sugihan Jawa Dan Sugihan Bali, Dua Hari Suci Sebelum Galungan Dalam Hindu Bali

Dijelaskan oleh Jero Mangku Ketut Maliarsa, inilah arti Sugihan berdasarkan perhitungan kalender Bali. 

Tribun Bali/ Ida Ayu Made Sadnyari
Umat Hindu Bali melaksanakan persembahyangan Sugihan Jawa 

Pada saat itu, juga datangnya hari besar kemenangan dharma pada hari suci Galungan.

"Hari suci Sugihan Bali sangat diyakini untuk membersihkan bhuwana alit alam manusia itu sendiri, yang sering disebut mikrokosmos. Sehingga tumbuh kesucian lahir dan batin," tegas pemangku asal Bon Dalem ini.

Secara filosofi, menurut lontar Sundarigama bahwa kata 'Sugihan' dari kata Sugi yang artinya penyucian atau pembersihan dan mendapat sufiks - an artinya membuat jadi.

Yang berarti membuat jadi bersih atau suci,baik bhuwana agung, maupun bhuana alitnya.

"Kata Jawa, pada Sugihan Jawa beranalogi dengan jaba yang artinya luar yaitu alam semesta. Kata Bali berarti kembali ke dalam diri sendiri alam manusia itu sendiri," jelas pemangku Pura Campuhan Windhu Segara ini.

Sehubungan dengan itu, kedua alam ini harus dibersihkan.

Pembersihan alam manusia dengan penyucian semisal prosesi malukat pada air campuhan, mata air, mandi di pantai atau malukat dengan kelungah nyuh gading.

"Dan yang tidak kalah pentingnya adalah membersihkan hal-hal negatif dalam pikiran, dengan jalan menerapkan ajaran kebenaran (ajaran agama)," tegasnya.

Hal seperti ini akan mewujudkan kesucian lahir batin para umat Hindu sendiri.

Di samping itu, bahwa kedua hari suci ini  jangan disahlahartikan.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved