Breaking News:

Balita di Glogor Carik Jadi Sasaran Jambret HP, Kepala Desa Beri Atensi Khusus

Menurut Made Suwirya, LinMas (Perlindungan Masyarakat) bakal diterjunkan lebih intensif untuk menjaga keamanan

Tribun Jogja
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penjambretan ponsel diJalan Glogor Carik, Pemogan, Denpasar Selatan, Minggu 4 April 2021 lalu membawa trauma bagi balita yang menjadi korban penjambretan dan warga sekitar. 

Kasus ini pun menjadi atensi khusus Kepala Desa setempat, Made Suwirya.

"Iy menjadi atensi khusus kami," kata Suwirya kepada Tribun Bali usai mendengar kabar tersebut, Selasa 6 April 2021

Menurut Made Suwirya, LinMas (Perlindungan Masyarakat) bakal diterjunkan lebih intensif untuk menjaga keamanan dan melindungi masyarakat Desa Adat Pemogan maupun pelaku usaha dari sasaran kejahatan.

"Linmas kita akan terjunkan nanti," ujar dia.

Sementara itu, kondisi sang anak saat ini menjadi rewel pasca kejadian itu, saat ia didatangi orang tidak dikenal yang merampas ponsel yang dibawa saat menonton video.

"Pasca kejadian itu, anaknya lebih ngalem sekarang di rumah, pengen sama orang tuanya terus, gampang rewel kalau ditinggal, biasanya berani main sendiri," kata sang ayah, Aji Sashmita.

Sebelumnya diberitakan, seorang anak di bawah usia lima tahun (balita) menjadi korban sasaran penjambretan di sebuah laundry bernama Queen Laundry di Jalan Glogor Carik No.51, Pemogan, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, Minggu 4 April 2021.

Kurnia Rahayu (32), pegawai laundry mengungkapkan saat itu dirinya sedang bekerja shift pagi dan bersama putrinya, saat ditinggal cuci tangan ke kamar mandi sebentar, handphone miliknya diberikan kepada anaknya untuk dipakai nonton video, tiba-tiba sudah raib digondol maling dan anaknya berteriak ketakutan.

"Kebetulan ibu di rumah lagi sakit, biasanya saat saya shift kerja, dia sama nenek di rumah, tadi pas saya cuci tangan di kamar mandi sebentar, tiba-tiba anak saya teriak ketakutan, saya datang hapenya sudah tidak ada, cepat banget, kata anak saya diambil pelaku dua orang naik motor hitam terus menunjuk arah ke Jalan Glogor Carik ke Jalan Pulau Galang," ungkap Nia.

Saat itu, Nia langsung shock dan memeluk anaknya, beruntung anaknya tidak kenapa-kenapa dan tidak mengalami luka sedikitpun.

"Untung anak saya tidak diculik. Anak saya tidak kenapa-kenapa, hanya hapenya tadi yang dibawa, kebeteluan tempat potong rambut sebelah juga pas tutup dan kondisi sepi jadinya, mungkin dimanfaatkan pelaku," ujarnya sembari menangis.

Saat ini Nia hanya bisa pasrah dan belum melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Kejadian ini baru pertama kali dialami setelah 3 bulan buka.

"Saya belum lapor ke polisi, hape yang hilang Redmi Note 8 pro, tadi posisi dia ada di dalam laundry di depan mesin cuci," bebernya.

Memang fenomena pencurian harta benda di warung, toko, restaurant, klinik dan lain sebagainya belakangan sedang marak terjadi khususnya di Denpasar, Bali.

Menyikapi hal itu, dikonfirmasi Tribun Bali, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H mengatakan, para korban bisa melapor ke pihak kepolisian.

Pihaknya memastikan akan menangani setiap kasus yang dilaporkan para korban tanpa memandang nominal kerugian materiil.

"Kalau kami tidak perduli tentang kerugian, kalau sudah meresahkan akan kita lakukan upaya pengungkapan namun kadang sering kesulitan dalam penyidikan lebih lanjut dengan JPU. Langkah-langkah yang kita ambil tetap upaya pengungkapan dengan kejadian berulang bisa menjadi pertimbangan JPU, jadi korban korban pencurian silakan melapor ke pihak berwajib," ujar Dir Reskrimum. (*)

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved