Berita Bali
Jika Pariwisata Dibuka Juni Mendatang, BTB Prediksi 1,5 Juta Wisatawan Asing Akan Datang ke Bali
Jika Pariwisata Dibuka Juni Mendatang, BTB Prediksi 1,5 Juta Wisatawan Asing Akan Datang ke Bali
Penulis: Putu Supartika | Editor: Widyartha Suryawan
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pembukaan pariwisata internasional untuk Bali direncanakan pada bulan Juni atau Juli 2021 mendatang.
Untuk persiapan pembukaan pariwisata tersebut, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah.
Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan salah satu persiapan yang dilakukan yakni pelaksanaan vaksinasi di kawasan zona hijau yakni Sanur, Nusa Dua, dan Ubud.
“Kami sudah melakukan vaksinasi dan di Sanur sudah 100 persen lebih, nanti 1 bulan setelah vaksin kami akan lihat apakah sudah terbentuk herd immunity,” katanya saat diwawancarai di Universitas Udayana, Kamis 8 Maret 2021.
Selain itu, pihaknya berharap agar ada semacam bantuan pinjaman lunak bagi pengusaha pariwisata untuk persiapan pembukkaan pariwisata.
Agar jangan sampai perusahaan buka setengah-setengah.
“Kan perlu persiapan juga mereka sebelum buka. Kan selama ini mereka lama tidak beroperasi, karyawan juga libur lama, sehingga perlu dilatih juga,” katanya.
Partha menyebutkan, begitu dibuka pada Juni atau Juli nanti tidak serta merta wisatawan akan ramai berkunjung ke Bali.
Ia memprediksi, saat dibuka kunjungan wisatawan manca negara ke Bali kurang lebih 1,5 juta orang.
“Saya sudah cek, biasanya agen dalam satu hari mengirim 5 ribu sampai 10 ribu wisatawan untuk satu negara, kini hanya 10 persennya saja. Jadi selama satu tahun untuk tahun 2021 kami prediksi kurang lebih 1,5 juta wisatawan yang ke Bali,” katanya.
Baca juga: Penyintas Covid-19 Non Pelayan Publik di Denpasar Bisa Vaksinasi Setelah Lansia dan Pelayan Publik
Baca juga: Menparekraf Bahas Persiapan Pemulihan Parekraf Bersama Pelaku Pariwisata di Bali
“Tapi tidak apa, buka saja, karena kita tahu tidak akan serta merta normal lagi, akan butuh waktu panjang biar normal,” katanya.
Sementara itu, ia menambahkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tahun 2019 sebanyak 6,5 juta orang.
Terkait dengan komunikasi ke negara lain terkait rencana pembukaan pariwisata ini pun sudah dilakukan.
Pihaknya sudah melakukan penjajakan dengan Singapura serta Uni Emirat Arab.
“Sebenarnya yang penting adalah tamu dari Australia dan Cina bisa ke Bali saya yakin bisa 50 persen pasti akan cepat pemulihannya. Cuma isu harus dikelola agar tidak terjadi masalah,” katanya.
Terkait komunikasi dengan Australia pihaknya mengaku belum bisa melakukan komunikasi.
“Dengan Australia belum mau buka, ngomong saja belum mau mereka, makanya bagaimana caranya komunikasi, sehingga susah. Mungkin mereka ada isu yang lebih penting dari itu,” katanya.
Sementara itu, untuk komunikasi dengan Cina, masih ada kendala pada Karena mereja tdk mau disalahkan lagi ya mungkin ada isu yang lebih penting buat mereka
Masaih ada kendala terkait kepulangan wisatawan dari Bali menuju ke negaranya.
Hal ini dikarenakan sepulang dari luar negeri, di Beijing mereka harus mengikuti karantina selama 28 hari.
“Mereka tidak melarang warganya ke luar negeri, cuma susah pas mereka balik. Mana mau mereka liburan 10 hari di sini, sampai di sana harus karantina satu bulan. Tapi itu butuh political, nanti bicarakan sama Komjen pelan-pelan, mudah-mudahan bisa menjembatani, harus ada inisiatif,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wisatawan-menggunakan-masker-antisipasi-virus-corona.jpg)