Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Teknologi

Siasat Melawan Krisis Chipset Akibat Geopolitik Global, Harga iPhone Terus Meroket di 2026?

Tekanan geopolitik belakangan ini mulai berdampak pada tersendatnya pengiriman barang dari pemasok global. 

Tayang:
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
CEO Cellular World, Malika Jiwaji dan COO Cellular World, Ni Wayan Yuliani, di Denpasar, Bali, pada Jumat 1 Mei 2026. Siasat Melawan Krisis Chipset Akibat Geopolitik Global, Harga iPhone Terus Meroket di 2026? 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Industri ritel gadget tanah air tengah menghadapi tekanan ganda akibat penguatan nilai tukar Dollar AS dan ketegangan geopolitik global yang mengganggu rantai pasok. 

Kondisi ini memicu kenaikan harga perangkat telekomunikasi secara berkala hampir setiap pekan. 

Menanggapi situasi tersebut, para pelaku usaha mulai mengubah strategi distribusi dan pembiayaan guna menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian pasar global.

Chief Executive Officer (CEO) Cellular World, Malika Jiwaji, mengungkapkan bahwa lonjakan harga handphone saat ini merupakan realitas yang tidak terhindarkan. 

Baca juga: 6 Rekomendasi Smartwatch Rp3-400 Ribuan Terbaru 2026, Gadget Cocok Buat Para Sport Enthusiast

Menurutnya, selain faktor kurs, tingginya permintaan akan teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti ChatGPT dan Gemini memaksa produsen meningkatkan spesifikasi perangkat, terutama pada kapasitas RAM, yang pada akhirnya mendongkrak biaya produksi. 

Namun, pelaku ritel biasanya menggunakan mekanisme hedging atau kontrak nilai tukar tetap selama tiga bulan untuk menunda dampak langsung kenaikan harga ke konsumen.

"Harga memang setiap minggu ada kenaikan. Saat ini kebutuhan orang akan AI sangat tinggi, dan itu menguras memori handphone," ungkap Malika Jiwaji saat ditemui Tribun Bali dalam Reopening e-World by Cellular World di Denpasar, Bali, pada Jumat 1 Mei 2026.

"RAM yang dulu cukup 6GB atau 8GB, sekarang tidak lagi kencang untuk menjalankan mesin pencari berbasis AI. Kendalanya, harga komponen RAM ini terus naik," imbuhnya.

Melalui mekanisme hedging, pihaknya mencoba mengulur waktu agar kenaikan harga di tingkat konsumen tidak terjadi seketika saat dollar melesat.

Selain kendala harga, ketersediaan barang juga menjadi isu krusial. 

Tekanan geopolitik belakangan ini mulai berdampak pada tersendatnya pengiriman barang dari pemasok global. 

Kelangkaan chipset dunia yang belum sepenuhnya stabil semakin memperparah kondisi stok di tingkat ritel. 

Strategi mengumpulkan berbagai jalur distributor resmi dalam satu atap kini menjadi langkah mitigasi untuk memastikan ketersediaan barang bagi konsumen.

Pada kesempatan yang sama, Chief Communication Officer (COO) Cellular World, Ni Wayan Yuliani, menjelaskan bahwa gangguan pada jalur pasokan menyebabkan ketersediaan barang sering kali mengalami shortage atau kelangkaan. 

"Ketegangan geopolitik sangat berpengaruh terhadap pemasokan yang mulai tersendat," kata Yuliani. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved