Berita Denpasar

Empat Hari Jelang Hari Raya Galungan, Kondisi Pelabuhan Sanur Denpasar Masih Lengang

Para pengguna jasa penyeberangan Pelabuhan Sanur diprediksi akan mencapai puncaknya pada H-1 Hari Raya Galungan.

Penulis: Harun Ar Rasyid | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Harun Ar Rasyid
Empat Hari Jelang Hari Raya Galungan, Pengguna Jasa Penyeberangan Pelabuhan Sanur masih terlihat lengang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelabuhan Penyeberangan Sanur, Denpasar, Bali belum terlihat ramai jelang Hari Raya Galungan.

Para pengguna jasa penyeberangan Pelabuhan Sanur diprediksi akan mencapai puncaknya pada H-1 Hari Raya Galungan.

Dikunjungi pada Jumat 10 April 2021, suasana Pelabuhan Penyeberangan Sanur masih terlihat lengang, nampak tidak ada antrian yang berarti di area tempat tunggu pelabuhan penyeberangan Sanur.

Eka Suryawan (25) Salah satu petugas fast boat yang ditemui di konter pembelian tiket mengaku bahwa menjelang Hari Raya Galungan, Pelabuhan penyeberangan Sanur akan mulai dipadati pengguna jasa penyeberangan sehari sebelum Hari Raya Galungan.

Baca juga: Saat Jogging di Sanur Bali, Menparekraf Sandiaga Masih Jumpai Warga Tidak Pakai Masker

Ia menyampaikan bahwa kepadatan pengguna jasa penyeberangan bisa mencapai sekitar 80 persen.

Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kepadatan pengunjung bisa mencapai 100 persen di masa normal sebelum pandemi.

"Biasanya itu, H-1 itu paling ramai, peningkatan bisa sampai 80 persen. Kalau tidak ada covid, peningkatan bisa mencapai 100 persen " jelasnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan pengunjung jelang Hari Raya Galungan disebabkan oleh penduduk Nusa Penida yang kembali ke kampungnya untuk merayakan Galungan.

Selain itu, untuk wisatawan yang menggunakan Jasa penyeberangan untuk ke Nusa Penida masih didominasi oleh Wisatawan Domestik dan wisatawan domestik mengunjungi Nusa Penida biasanya di akhir pekan

"Iya, orang-orang Nusa (Penida) memang pulang kampung menjelang Galungan. Kalau wisatawan itu, lebih banyak wisatawan domestik, dan ramainya di weekend atau tanggal 5 merah seperti paskah beberapa waktu lalu" jelasnya.

Sementara itu, ditanya perihal tarif penyeberangan ke Nusa Penida, Petugas yang sama memaparkan bahwa tidak ada kenaikan tarif penyeberangan untuk sementara ini, dan tidak terjadi ombak yang bisa membahayakan pengguna jasa penyeberangan.

"Tiket harganya masih sama, Rp 75 ribu itu untuk yang lokal, kalau wisatawan asing itu Rp 125 ribu."

Dikonfirmasi mengenai pengaruh Badai yang terjadi di Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu, Ia juga mengatakan bahwa kondisi cuaca di NTT tersebut hanya berpengaruh pada tingkat kekerasan angin dan tidak berpengaruh pada tingginya gelombang.

"Oh itu pengaruhnya sama kerasnya angin saja, gelombang tidak, jadi masih aman" pungkasnya.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Sebabkan Pengamen dan Gepeng ‘Menjamur’ di Denpasar Bali

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved