Breaking News:

Berita Bali

Saat Jogging di Sanur Bali, Menparekraf Sandiaga Masih Jumpai Warga Tidak Pakai Masker

Untuk menjaga kebugaran tubuh dan imunitas, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno rutin berolahraga di pagi har

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Menparekraf saat jogging pagi di kawasan Sanur Denpasar, dan melihat kepatuhan terhadap protokol kesehatan warga sekitar, Sabtu 10 April 2021. 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Untuk menjaga kebugaran tubuh dan imunitas, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno rutin berolahraga di pagi hari.

Olahraga yang dilakukan biasanya lari atau jogging, kegiatan itu pun tak pernah absen dilakukan oleh Sandiaga Uno saat melakukan kunjungan kerja.

Di hari ketiga kembali berkantor di Bali, Sabtu 10 April 2021 hari ini, Menparekraf Sandiaga Uno lari pagi di Sanur, Denpasar, Bali.

Di sela jogging tadi pagi, ia pun menyempatkan diri untuk mengecek kedisiplinan warga di Sanur dalam menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Moda Transportasi Mudik Dilarang Beroperasi, Menparekraf Sandiaga: Destinasi Wisata Harus Siap

Baca juga: Menparekraf: Bali Diperkirakan Dapat 40-45 Persen Dana Hibah Pariwisata dari Rp 3,7 Triliun 

"Seperti bisa dilihat di kawasan Sanur yang sudah ditetapkan menjadi salah satu daerah green zone di Bali sudah mulai semakin padat dikunjungi masyarakat."

"Dan saya menemukan bahwa ada anggota masyarakat yang tidak menggunakan masker."

"Saya mengingatkannya karena ini (Sanur) masuk green zone dan harus betul-betul kita pantau kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan," ujar Menparekraf Sandiaga Uno di sela joggingnya di kawasan Sanur, Denpasar.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menyampaikan dirinya juga sempat berbincang dengan beberapa anggota masyarakat mengaku belum divaksin.

Baca juga: Gelaran Event Mulai Menggeliat, Menparekraf: Ini Dapat Tingkatkan Kesiapan Pembukaan Pariwisata Bali

Kedua adalah testing, nanti harus ada tempat-tempat yang kita siapkan secara rutin melakukan testing, baik menggunakan GeNose C-19 ataupun yang lain.

"Menuju bulan Juni-Juli, di mana zona hijau ini akan ditetapkan (dapat menerima kunjungan wisman) ya tentunya kita harus all out."

"Tapi kalau saya melihat dari tingkat hunian hotel dari pandangan kasat mata saja, saya bisa simpulkan sekarang di Bali dan beberapa spot yang kita pantau dari big data sudah menunjukkan ada kegiatan yang semakin meningkat," imbuh Sandiaga Uno.

Baca juga: Canangkan Bali Jadi Medical Tourism, Menparekraf Bahas Pemulihan Pariwisata

Berarti ini adalah awal dari kebangkitan, mari kita jaga momentum ini dengan peniadaan mudik harus kita pastikan tidak ada penumpukan dan kerumunan sehingga tentunya penularan Covid-19 bisa kita tekan.

Masih ditemukannya sejumlah warga masyarakat belum patuh protokol kesehatan, pihaknya akan melakukan sosialisasi dan edukasi yang lebih gencar.

"Kita akan ada sosialisasi yang lebih gencar, ada edukasi dan yang terpenting sebetulnya adalah nanti sanksi bagi yang tetap kerap melanggar protokol kesehatan. Dan untuk wisatawan asing kita tidak segan-segan untuk mendeportasinya," tegas Sandiaga Uno.(*)

Berita lainnya di Pariwisata Bali

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved