Breaking News:

THR 2021 Harus Dibayar Penuh dan Tepat Waktu, Denda Bagi Perusahaan yang Telat Bayar

Ida menegaskan, masalah THR turut dibahas dalam LKS Tripartit Nasional yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja, dan pemerintah.

Dokumentasi Humas Kementerian Ketenagakerjaan
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memberikan sambutan dalam suatu acara yang dihelat secara virtual, Kamis 3 Desember 2020. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTATunjangan Hari Raya (THR) 2021 harus dibayar penuh dan tepat waktu kepada pekerja yaitu paling lambat tujuh hari sebelum hari raya Idul Fitri.

“Penundaan pembayaran THR bagi perusahaan terdampak pandemi Covid-19 paling lambat sehari jelang hari raya,” ujar Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Senin 12 April 2021.

Ida menegaskan, masalah THR turut dibahas dalam LKS Tripartit Nasional yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja/buruh, dan pemerintah.

Keputusan tentang THR ini tercantum dalam Surat Edaran (SE) Menaker Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Baca juga: Prediksi Jadwal Pencairan THR PNS Tahun 2021, Segini Besaran yang Akan Diterima Setiap Golongan

Baca juga: Ini Gaji TNI AD Beserta Tunjangan Mereka Per Bulan, dari Tamtama hingga Jenderal

SE ditandatangani 12 April 2021 dan ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia.

Kemenaker mendorong diadakannya dialog bipartit bagi perusahaan terdampak pandemi yang tidak mampu membayarkan THR 2021 sebagaimana peraturan yang telah ditetapkan.

Dialog dilakukan untuk menyepakati pembayaran THR paling lambat sehari jelang hari raya keagamaan tiba.

“Saya ingin menyampaikan bahwa SE ini berdasarkan masukan, termasuk masukan dari teman-teman di LKS Tripartit. Jadi tugasnya LKS Tripartit itu memberikan saran dan masukan lalu Kemenaker mengolah masukan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya menampung masukan dari tripartite nasional. Kelonggarannya diberikan hanya sampai tibanya hari raya, itupun didasarkan atas pembicaraan bipartite antara pengusaha dan pekerja dengan semangat kekeluargaan dan menyampaikan kondisi laporan keuangan internal perusahaan.

Kesepakatan dibuat secara tertulis dengan syarat THR paling lambat dibayar sebelum hari raya keagamaan tahun 2021 berdasarkan laporan keuangan internal perusahaan yang transparan. “Laporan keuangan yang menyatakan tidak mampu selama 2 tahun terakhir,” kata Ida.

Halaman
123
Editor: DionDBPutra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved