Kenapa Memotong Babi Saat Penampahan Galungan?

Memotong babi saat penampahan, memiliki makna untuk mengalahkan sad ripu atau enam sifat dalam diri manusia.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi babi guling - Kenapa Memotong Babi Saat Penampahan Galungan? 

Persembahan yang diberikan kepada Bhuta, bentuknya bermacam-macam, yakni dari bentuk yang sederhana, sedang, dan besar dan dipuput oleh Sulinggih.

Baca juga: Sang Hyang Kala Tiga Mulai Turun ke Dunia, Begini Makna Penyekeban Galungan

Semua orang juga patut melakukan pebersihan pada saat ini.

Selain itu, di masing-masing pekarangan rumah juga dipersembagkan segehan warna 3, dengan tandingan menurut urip, yakni timur warna putih 5, selatan warna merah 4 dan utara warna hitam 9 dengan lauk olahan babi, tetabuhan, disertai segehan agung satu. 

Caru ini dilakukan di natah pekarangan rumah, di sanggah, dengan mengayat Sang Bhuta Galungan. 

Anggota keluarga juga patut ngayab banten pabyakala, prayascita, dan sesayut, untuk mendapat kesuksesan dalam perjuangan hidup, sekala niskala (lahir-batin).

Selain itu pada penampahan Galungan ini juga dibuat penjor sebagai pralambang Bhatara Mahadewa yang berstana di Gunung Agung. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved