Breaking News:

Berita Denpasar

Satpol PP Denpasar Ajak Masyarakat Ikut Bantu Amankan Pengamen Maupun Gepeng di Denpasar Bali

Satpol PP Kota Denpasar mengajak masyarakat untuk ikut membantu mengatasi pengganggu ketertiban umum.

Satpol PP Kota Denpasar
Satpol PP mengamankan pengamen dan pedagang acung yang mengganggu ketertiban umum 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satpol PP Kota Denpasar mengajak masyarakat untuk ikut membantu mengatasi pengganggu ketertiban umum.

Dimana masyarakat bisa memberikan informasi kepada Satpol PP terkait gangguan tersebut.

Selain itu, masyarakat juga bisa langsung mengamankannya, dengan catatan diserahkan ke pihak yang berwenang dalam hal ini Satpol PP.

“Kalau ada pengamen, pengasong yang juga mengemis yang mengganggu ketertiban umum, masyarakat bisa membantu mengamankan, yang penting diserahkan kepada Satpol PP,” kata Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga saat dikonfirmasi, Minggu 18 April 2021.

Apalagi menurutnya banyak pengamen maupun pedagang asongan yang berjualan di lampu merah kucing-kucingan dengan petugas.

Pria WN India Lakukan Pemalakan di Jalan Sudirman Denpasar, Berhasil Diamankan Satpol PP Denpasar

Tidak Hanya Andalkan Otak dan Otot, Satpol PP Denpasar Tetap Utamakan Pendekatan Humanis

Viral di Medsos Pemilik Warung Didenda Lantaran Menunggu Hujan Reda, Ini Kata Satpol PP Denpasar

Sehingga pihaknya agak kesulitan untuk melakukan pengamanan, sehingga peran masyarakat sangat dibutuhkan.

“Karena mereka kan berpindah-pindah lokasinya, kadang di lampu merah ini, lagi sebentar pindah ke tempat lain, jadi agak sulit terdeteksi,” katanya.

Dan untuk melakukan penertiban ini, pihaknya juga menurunkan divisi penyamaran yang turun ke lapangan menggunakan pakaian preman.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penyisiran ke kantong-kantong pendatang seperti di kawasan jalan Pidada, Denpasar untuk melakukan pendataan.

Dan menurutnya, dari beberapa pengamen yang diamankan, banyak di antara mereka yang mengaku sebagai buruh bangunan maupun buruh usaha rumahan yang terdampak.

“Tapi kan pengakuan mereka dan itu bisa saja mereka memang datang untuk mengamen, tapi bilang terdampak Covid-19, tidak ada pekerjaan, tidak bisa pulang,” katanya.

Sementara itu, menurut Sayoga ada juga pengemis yang menggunakan modus sebagai pedagang acung.

“Mereka pura-pura jualan tisu di lampu merah tapi sambil minta-minta. Kalau ada yang seperti itu bisa langsung dilaporkan ke kami dan kami akan tindak lanjuti. Tujuan kami bukan menekan rakyat kecil, tapi kami ingin agar tertib dan tidak mengganggu. Kami bertugas sehumanis mungkin,” katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved