Breaking News:

Corona di Bali

Viral di Medsos Pemilik Warung Didenda Lantaran Menunggu Hujan Reda, Ini Kata Satpol PP Denpasar

Viral di lini media sosial di Bali, seorang pemilik warung didenda lantaran menunggu temannya yang berada di warung tersebut untuk pulang menunggu

Istimewa
Tangkapan layar protes warga Bali yang didenda petugas Satpol PP. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Viral di lini media sosial di Bali, seorang pemilik warung didenda lantaran menunggu temannya yang berada di warung tersebut untuk pulang menunggu hujan reda.

Padahal, disebutkan dalam postingan tersebut warung juga sudah ditutup.

"Warung be metutup, timpale ngantiang endang, kene masih denda 100K, ulian sing me masker kone, ken2ang ngamah kacang memasker...puak," 

"Mau nutup warung, nunggu hujan reda, kena denda," tulis akun instagram @ary.wicahyana

Kabar Duka, Pastor Paroki Monang Maning Denpasar Bali Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Dini Hari, Gudang Alat Proyek di Denpasar Terbakar, Kerugian Diperkirakan Puluhan Juta Rupiah

GWK Cultural Park Bali Kembali Akan Ditutup Imbas Pandemi Covid-19, Segini Pendapatan yang Hilang

Postingan itu pun dibanjiri ratusan komentar warganet yang mayoritas menyesalkan tindakan petugas yang meminta denda kepada pemilik warung.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Satpol PP Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga memastikan kejadian itu bukan di wilayah Denpasar. 

"Di luar Denpasar," terang Dewa kepada Tribun Bali saat diwawancara melalui aplikasi perpesanan, Minggu 31 Januari 2021.

Dewa menegaskan, Satpol PP Denpasar bakal humanis dan tetap menggunakan logika saat menindak warga yang melanggar dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini guna menghindarkan konflik.

Positif Covid-19 di Bangli Bali per Januari Hampir Tembus 300 Kasus

Dua Pasien Covid-19 di Karangasem Bali Meninggal Dunia, 31 Kasus Temuan Baru di Bumi Lahar

"Kami di Denpasar tetap humanis guna menghindarkan konflik," ujar dia.

Lanjut Dewa, bahwa situasi dan kondisi di lapangan menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan PPKM.

"Tidak hanya mengandalkan otak dan otot saja tapi diimbangi dengam hati dan rasa yang dibentengi aturan yang ada, isi aturan tapi harus tetap dengan logika, sehingga mana yang harus didenda, dan mana yang dipandang cukup hanya teguran, peringatan atau pembinaan," jabar dia.

Ia menegaskan bahwa aturan ditegakkan bukan semata-mata menghukum masyarakat akan tetapi memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak abai terhadap bahaya Covid-19.

"Kami ingin mengajak masyarakat disiplin melaksanakan '3 M' agar dua kepentingan ini berjalan secara harmonis, antara masyarakat dan pemerintah agar hal yang tidak diinginkan tidak sampai terjadi," kata Dewa.

"Mudah-mudahan tugas yang berat ini tidak diprovokasi, tidak dipolitisir, sehingga tidak mengarah ke terjadinya konflik," pungkasnya. (*)

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved