Menhub Budi Sumadi: Setiap Jam 2 sampai 3 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

Data Kepolisian Republik Indonesia yang menunjukkan lebih dari 500.000 kecelakaan yang terjadi dengan 164.000 orang yang meninggal dunia.

Editor: DionDBPutra
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi seusai rapat koordinasi tertutup di VIP 2 Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Jumat 26 Juli 2019. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebutkan, kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia setiap jamnya memakan korban 2-3 orang yang meninggal dunia.

"Maka, sangat penting untuk meningkatkan keselamatan dalam berkendara khususnya angkutan yang membawa penumpang," ujar Budi Karya dalam webinar Sinergi Pemerintah dan Operator dalam Mewujudkan Angkutan yang Berkeselamatan, Selasa 20 April 2021.

Menurut dia, tingkat kecelakaan di Indonesia sendiri masih tergolong tinggi.
Hal ini terlihat dari data Kepolisian Republik Indonesia yang menunjukkan lebih dari 500.000 kecelakaan yang terjadi dengan 164.000 orang yang meninggal dunia.

Baca juga: Kisah Pilu Gede Budiarta yang Kehilangan Istri Hamil Akibat Kecelakaan,Tak Punya Biaya Gelar Upacara

Baca juga: Sesepuh PDIP Jembrana Ida Bagus Sudiana Meninggal Akibat Kecelakaan di Jalan Denpasar-Gilimanuk

"Sementara jumlah kecelakaan fatal mencapai 29.000 dengan 3 hingga 4 orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan lalu lintas," ujar Budi Karya.

Korban kecelakaan lalu lintas terbesar, lanjutnya, merupakan masyarakat produktif dengan rentang 15-65 tahun. Sedangkan usia 0-14 tahun berjumlah 12 persen dan umur 65 tahun sebesar 11 persen.

"Maka dari itu, perlu adanya sebuah kerjasama antara berbagai pihak mulai dari pemerintah hingga elemen masyarakat untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas ini," ujar Budi.

Dia berharap, melalui webinar tersebut akan ada sinergi pemikiran pemerintah dan upaya operator transportasi untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Penyebab kecelakaan

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk dan bus menjadi yang terbesar kedua setelah sepeda motor.

"Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan umum khususnya truk dan bus ini, disebabkan beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi," ujarnya.

Menurut Budi Setiyadi, ada sejumlah penyebab kecelakaan yang melibatkan kendaraan truk ataupun bus, misalnya saja pecah ban, rem blong, speleng kemudi, angkutan over dimension over loading (ODOL), dan rangka patah.

"Kami mendapat laporan dari Jasa Marga, 300 kecelakaan melibatkan kendaraan ODOL dengan kendaraan pribadi karena gap kecepatan yang berbeda. Selain itu, terlalu berat kendaraannya juga bisa menjadi potensi menimbulkan kecelakaan seperti rangka patah," paparnya.

Kompetensi sopir dan mekanik

Sopir yang ugal-ugalan dalam berkendara menjadi penyebab lainnya. Tak terkecuali kompetensi dari mekaniknya yang belum memadai.

Kompetensi pengemudi dan juga mekanik, lanjut Budi, sangatlah penting dalam melakukan perawatan kendaraan yang digunakan, karena pemahaman pengemudi itu menjadi hal mutlak sebelum mengoperasikan kendaraan.

"Maka dari itu kita harus bekerja sama dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk dan juga bus, dengan melakukan sinergi bersama semua pihak seperti operator hingga asosiasi untuk menjadi lebih baik menangani hal tersebut," tuturnya.

Terkait ODOL yang jadi penyebab kecelakaan, Budi mengungkapkan bahwa Kemenhub melakukan pengawasan ketat terhadap kendaraan ODOL ini, di samping melakukan development bersama operator dan asosiasi terkait prosedur uji berkala dan uji tipe kendaraan.

“Kami juga akan memasang proving ground di Bekasi,sebagai upaya membuat leading sector yang menjamin aspek keselamatan dan regulasi pada kendaraan terpenuhi," kata Budi. (Tribunnews/Hari Darmawan/tis)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved