Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Pilu Gede Budiarta yang Kehilangan Istri Hamil Akibat Kecelakaan,Tak Punya Biaya Gelar Upacara

kehilangan istrinya, yang dalam kondisi hamil delapan bulan, akibat mengalami kecelakaan pada Senin 12 April 2021 lalu.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Gede Budiarta bersama anak pertamanya, saat menunjukan foto almarhum istri dan putra keduanya, yang meninggal akibat kecelakaan, Minggu (18/4/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Duka mendalam dirasakan Gede Budiarta (28).

Pasalnya pria asal Banjar Dinas Kubuanyar, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng ini kehilangan istrinya, yang dalam kondisi hamil delapan bulan, akibat mengalami kecelakaan pada Senin 12 April 2021 lalu.

Ditemui di rumah duka Minggu (18/4/2021) Budiarta menuturkan, istrinya yang diketahui bernama Ni Kadek  Purnami Dwiyanti (21) saat itu tengah dibonceng oleh ibu kandungya bernama Luh Sariningsih (46) dengan mengajak anak pertama mereka bernama Gede Yoga Wirapratama (4), mengendarai sepeda motor Honda Beat DK 2618 UAW.

Tak ada ada yang tahu ketiga korban saat itu hendak kemana. Sebab saat meninggalkan rumah, Budiarta masih berada di tengah laut, mencari ikan.

Baca juga: Sudah Sebulan Buleleng Bali Masuk Zona Merah, Sutjidra: Setiap Hari Kasus Kematian Selalu Ada

Hingga sekitar pukul 15.00 wita, setelah pulang dari melaut, Budiarta tiba-tiba mendapat telepon dari seseorang, yang mengabarkan jika istri, anak dan mertuanya terlibat kecelakaan di Jalan Singaraja-Amlapura, Kilometer 6.800, tepatnya di Banjar Dinas Dalem, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan.

Usai mendapati telepon tersebut, Budiarta pun bergegas mencari keluarganya di RS Kertha Usada Singaraja.

Di IGD, Budiarta mendapati istrinya dalam keadaan merintih kesakitan, di bagian kandungannya, serta mengalami patah pada tulang paha bagian kanan.

Sementara anaknya mengalami luka pada bagian dahi, serta cidera pada lengan kanan. 

Sedangkan mertuanya, mengalami luka lecet pada bagian kepala belakang, pelipis kanan, dada kiri, serta paha kiri.

"Istri saya sempat di USG, katanya bayi yang ada di dalam kandungan sudah meninggal. Padahal kelahirannya diperkirakan di pertengahan bulan Mei. Setelah bayi yang ada di dalam kandungan itu dinyatakan meninggal, sorenya istri saya sempat muntah, kemudian meninggal dunia. Sebelum meninggal, istri saya tidak ada ngomong apa, hanya merintih kesakitan saja," ucap Budiarta lirih.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved