Breaking News:

Hari Raya Galungan

Diduga Dupa Jatuh ke Kasur, Rumah Made Suartiasa Ludes Terbakar Saat Galungan di Buleleng Bali

Bertepatan saat hari raya Galungan, Rabu 14 April 2021 sekira pukul 11.00 wita, sebuah rumah di Kecamatan Busungbiu hangus terbakar.

ist
Kondisi rumah milik Made Suartiasa yang ludes terbakar, saat hari raya Galungan Rabu (14/4) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Bertepatan saat hari raya Galungan, Rabu 14 April 2021 sekira pukul 11.00 wita, sebuah rumah yang terletak di Banjar Dinas Kelod, Desa/Kecamatan Busungbiu, Buleleng hangus terbakar.

Kebakaran ini diduga terjadi akibat dupa yang jatuh ke tempat tidur. 

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya mengatakan, sebelum rumah milik Made Suartiasa (53) itu terbakar, anak dan istri  korban sempat sembahyang dan meletakan dupa di pelangkiran kamar  belakang.

Dupa itu kemudian diduga terjatuh, di tempat tidur. Kejadian ini pun tidak ada yang mengetahui, sebab sehabis sembahyang di rumah, anak dan istri korban kembali melanjutkan persembahyangan di Pura Desa Busungbiu.

Sementara Made Suartiasa sedang tertidur lelap di kamar depan. 

Diduga Dipicu Api Dupa, Dinas Pertanian Tabanan Bali Kebakaran

Mobil dan Motor Terbakar di Danau Tempe Denpasar, Terdengar 3 Kali Bunyi Ledakan

BREAKING NEWS - Penghuni Keluar Rumah Saat Galungan, Sebuah Sanggah di Denpasar Bali Terbakar

Warga yang melihat adanya kepulan asap dari rumah korban, lantas bergegas mencari Made Suartiasa di kamarnya. Hingga akhirnya korban mendapati sebagian rumahnya telah ludes dilalap api.

Warga kemudian bahu membahu memadamkan api yang berkobar di rumah permanan berukuan 7x12 meter per segi itu dengan alat seadanya, sembari menunggu datangnya bantuan satu mobil damkar. 

Api, kata Iptu Sumarjaya akhirnya berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian.

Akibat kejadian ini korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp 300 juta.

"Kasus ini masih diselidiki oleh anggota Polsek Busungbiu untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakarannya. Namun berdasarkan pengakuan korban, keluarganya sempat sembahyang dan meletakan dupa di pelangkiran kamar. Dupa itu kemudian diduga terjatuh di kasur, hingga menyebabkan kebakaran," ucapnya. 

Dengan adanya kejadian ini, Iptu Sumarjaya pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati meletakan dupa saat sembahyang.

"Sebelum rumah ditinggal pergi, pastikan dupa yang digunakan habis sembahyang itu sudah dalam keadaan mati. Ini untuk mencegah terjadinya musibah kebakaran," tutupnya. (rtu)

Berita kebakaran di Buleleng di sini

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved