Berita Denpasar
Sriasih Duga Genteng Melorot Jadi Penyebab, Plafon SDN 6 Padangsambian Jebol Saat Hujan Dini Hari
Sempat beredar di media sosial jika kelas yang plafonnya jebol adalah gedung baru yang baru direhab setahun lalu.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Plafon salah satu kelas di SDN 6 Padangsambian di Desa Padangsambian Kelod Denpasar jebol, Selasa, (9/9). Sempat beredar di media sosial jika kelas yang plafonnya jebol adalah gedung baru yang baru direhab setahun lalu.
Namun pantauan di lapangan, ruang kelas yang plafonnya jebol merupakan ruang kelas lama yang berada di sisi barat. Sedangkan gedung baru berada di sisi utara dan dibangun tahun 2022.
Jebolnya plafon tersebut dikarenakan kondisi genteng ruang kelas bocor atau melorot sehingga air masuk lewat celah tersebut. Setahun lalu, kejadian serupa pernah terjadi namun di kelas sebelah selatannya pada gedung yang sama. Apalagi pada Selasa (kemarin, -red), Denpasar sempat diguyur hujan cukup lebat.
Baca juga: DAMPAK Reshuffle Terhadap Bali, Ini Kata Pengamat Ekonomi Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana
Baca juga: HABISI Bos Cengkih di Adegan 18-23, Total Peragakan 44 Adegan, Polres Buleleng Lakukan Rekonstruksi
Kepala Sekolah SDN 6 Denpasar, Ni Ketut Sriasih yang ditemui di lokasi, menduga plafon jebol pada pagi hari sebelum ada siswa di sekolah. Pasalnya saat siswa pertama sampai di sekolah, plafon yang terbuat dari gypsum tersebut dalam kondisi jebol.
“Kemungkinan pas hujan turun dini hari itu jebol. Soalnya, tadi pagi, ada satu siswa yang datang duluan sudah jebol,” jelasnya.
Kelas yang jebol tersebut merupakan ruang kelas IIA untuk pagi dan IVA pada siang hari. Untuk sementara, 32 siswa kelas IIA bergabung dengan kelas IIB sehingga dalam satu kelas ada 64 siswa. Begitu juga untuk kelas IVA yang juga berjumlah 32 orang akan digabung dengan kelas IVB sembari menunggu plafon diperbaiki.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, AA Gde Wiratama yang juga ke lokasi mengatakan hal yang sama. "Gentengnya merosot jadinya longgar dan air masuk ke plafon. Tidak ada kerusakan pada reng ataupun genteng. Masih bagus kayunya,” jelasnya.
Wiratama mengatakan, gedung tersebut merupakan gedung lama. Pihaknya akan segera melakukan perehaban yang akan diajukan di tahun 2026. Untuk sementara, plafon yang jebol akan diganti dengan triplek.
"Nanti kami akan rehab. Kalau dibangun baru belum bisa karena anggarannya untuk sekolah lain dulu yang masih antre. Apalagi di sini sudah pernah dapat pembangunan gedung lantai 3 tahun 2022 lalu," paparnya. (sup)
| 1.200 Kios dan Los Kosong di Denpasar, Perumda Pasar Lakukan Uji Coba dengan Gratiskan Sewa 3 Bulan |
|
|---|
| Polresta Denpasar Pastikan Nihil Tanda Kekerasan pada Jasad Pria di Bekas Kantor di Jimbaran |
|
|---|
| Keributan di Kos Denpasar Bali, Saling Teriak dan Pukul Tembok, Polisi Sita 2 Botol Arak |
|
|---|
| PKB Tahun 2026, Denpasar Absen Drama Gong, Regenerasi Jadi Kendala |
|
|---|
| Libur Kenaikan Yesus Kristus, Penyeberangan Sanur ke Nusa Penida dan Lembongan Capai 6 Ribu per Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kadis-Pendidikan-Denpasar-AA-Gde-Wiratama-menunjukkan-plafon.jpg)