Berita Bali
Pelaku Pariwisata Bali Menunggu Turis Asing, Ramia: Kami 14 Bulan Jadi OTG Alias Orang Tanpa Gaji
Pelaku Pariwisata Bali Menunggu Turis Asing, Ramia: Kami 14 Bulan Jadi OTG Alias Orang Tanpa Gaji
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM - Waktu pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan asing belum jelas.
Setelah sebelumnya terjadi tarik ulur, terkini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno kembali mewacanakan pembukaan Bali untuk wisatawan asing direncanakan Juni – Juli 2021.
Sandiaga Uno pun tengah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk menekan angka penyebaran Covid-19.
"Program vaksinasi kita baru menambah alokasi vaksin. Sesuai arahan Bapak Presiden, Bali diprioritaskan program vaksinasi karena sangat tinggi ketergantungannya terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Sandiaga dalam konferensi pers virtual, Senin 19 April 2021.
Baca juga: Sandiaga Uno: Mudik Enggak Boleh, Tapi Wisata Diperbolehkan dengan Protokol Kesehatan
Menurut Sandi, pembukaan wisatawan asing cara untuk membangkitkan perekonomian dan memulihkan sektor pariwisata khususnya Bali.
"Kalau Covid-19 angkanya naik mustahil kita berbenah," serunya.
Kabar akan dibukanya pintu pariwisata Bali bagi turis asing menjadi kabar gembira bagi insan pariwisata di Bali.
Bagaimana tidak, sudah setahun lebih para pelaku industri turisme di Bali hidup dalam ketidakpastian karena pariwisata ambruk akibat pandemi berkepanjangan.
Kabar gembira ini disambut baik oleh Wakil Ketua Umum DPP IHGMA, I Made Ramia Adnyana.
"Sebagai praktisi pariwisata saya sangat setuju kalau pariwisata dibuka pada saat libur Lebaran, namun dengan protokol kesehatan yang sangat ketat," kata Ramia kepada Tribun Bali, Selasa 20 April 2021.
Ramia mengatakan, rekan-rekannya di industri pariwisata sudah sangat siap untuk hal ini. Termasuk mengantisipasi membludaknya wisatawan domestik di saat libur Lebaran sebentar lagi.
"Toh juga destinasi Bali telah melaksanakan protokol CHSE hampir di semua kawasan wisata dan green zone," sebutnya.
Dengan kebijakan ini, minimal memberi peluang kepada para pengusaha hotel untuk menambah pendapatan tatkala memperpanjang hidup mereka yang sudah terpuruk dan berdarah-darah lebih dari 14 bulan.
Ramia pun menyebut seluruh insan pariwisata di Bali sangat siap dengan menyambut turis asing. Terlebih turis domestik.
"Oleh karena itu, kami berharap agar pemerintah memberikan kebijakan agar tetap dibuka selama libur Lebaran walau mudik dilarang" katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pantai-kuta-yang-mulai-ramai-dipadati-wisatawan-2020.jpg)