Wawancara Tokoh
Kisah Kapolsek Mengwi AKP Putu Diah Kurniawandari, Pernah Amankan Keluarga Teroris
AKP Putu Diah Kurniawandari SH (34) kini satu-satunya Kapolsek wanita yang ada di wilayah hukum Polres Badung.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sebelum menjadi Kapolsek Polsek Mengwi Badung, dia sempat mendapat tugas khusus mengamankan keluarga teroris.
AKP Putu Diah Kurniawandari SH (34) kini satu-satunya Kapolsek wanita yang ada di wilayah hukum Polres Badung.
Selain tegas dan banyak melakukan pengungkapan kasus, ibu satu anak ini ternyata dari awal memang bertugas di bidang Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).
Saat ditemui di kantornya di Polsek Mengwi, Rabu 21 April 2021, wanita kelahiran Denpasar, 27 Agustus 1987 ini mengaku, setelah dirinya lulus Akademi Kepolisian (Akpol) pada 2008 ia mendapat penempatan pertama di Polda Metro Jaya, tepatnya di Polsek Pademangan, Polres Jakarta Utara.
Baca juga: Mengenal Sosok Ketua TP PKK Klungkung Ny Ayu Suwirta, Kisah Cinta dan Gemetar Saat Bicara di Publik
Baca juga: HARI KARTINI - Kisah Ny Ayu Suwirta, Lulusan SMA & Mantan Pegawai Koperasi yang Jadi Istri Bupati
Baca juga: Kisah Ketut Imaduddin Mendirikan Pondok Pesantren Bali Bina Insani di Tabanan, Mengajarkan Toleransi
“Pertama saya tugas sebagai KSPK C Polsek Pademangan. Setelah itu kurang lebih selama 4 bulan saya pindah lagi ke Polres Jakarta Utara menjadi Kasubdit II Reskrimsus,” ujar Kurniawandari.
Saat menjabat sebagai Kasubnit II Unit II Krimsus Polres Jakarta Utara, dirinya mendapat tugas khusus dari Kapolres yang juga merupakan mantan Densus 88. Dirinya mengaku tugas khusus yang dilakukan yakni ke Cilacap, Jawa Tengah untuk mengamankan istri seorang teroris yakni Noordin M Top.
“Awalnya saya tidak tahu, kita ke Cilacap dengan tugas khusus itu untuk apa. Tapi ternyata setelah di lokasi baru tahu, lantaran saat itu operasi khusus. Saat pengamanan saya bersama tim ikut mengamankan istri dan anaknya Noordin M Top,” bebernya.
Pihaknya mengaku, tidak ada ketegangan saat itu lantaran proses pengamanan keluarga teroris tersebut dikawal ketat.
Bahkan saat penangkapan menggunakan senjata lengkap.
“Waktu saat pengamanan Polwannya bertiga, termasuk saya." akunya.
Setelah menjabat sebagai Kasubnit II, dia pindah tugas ke Paur Identifikasi Sat Reskrim pada 2010.
Namun setelah enam bulan lamanya dirinya mengaku balik ke Krimsus.
Pada 2013 dirinya kembali dipindah tugas jadi Kanit PPA dengan kenaikan pangkat menjadi AKP.
“Setelah lama merantau, akhirnya pada 2017 setelah lulus PTIK, saya berkesempatan untuk dinas di Polda Bali dan menjabat sebagai Panit II Unit II Subdit I Resnarkoba Polda Bali. Tidak lama saya menjabat, kurang lebih empat bulan saya kembali pindah ke Kaur Produk Spripim Polda Bali. Kemungkinan besar saya dipindahkan karena mendapat reward dari Bapak Kapolda, saat itu saya mendapatkan juara 1 lomba cerdas cermat dalam rangka ulang tahun Polwan saat itu,” bebernya.
Seusai bertugas sebagai Kaur Produk Spripim Polda Bali, wanita asal Kabupaten Jembrana itu pun pindah tugas ke Bali utara yakni di Kabupaten Buleleng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/akp-putu-diah-kurniawandari-sh-mnj.jpg)