Ramadhan 2021

Sejarah Kampung Islam Kepaon di Denpasar Bali

Kampung Islam Kepaon merupakan salah satu kampung muslim yang eksis di tengah-tengah kota Denpasar.

Penulis: Harun Ar Rasyid | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Tokoh Masyarakat Hadiri Acara Pawai Obor Keliling Malam Takbiran Di Kampung Islam Kepaon 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kampung Islam Kepaon merupakan salah satu kampung muslim yang eksis di tengah-tengah kota Denpasar.

Ada beberapa komunitas muslim yang hidup dan tinggal di Denpasar, sebut saja Kampung Bugis yang ada di Serangan atau Kampung Jawa di Jalan Ahmad Yani. 

Namun Kampung Islam Kepaon adalah Kampung Muslim yang agaknya Istimewa karena dihuni oleh masyarakat Bali yang akar sejarahnya berasal dari Puri Pemecutan.

Kampung Islam Kepaon beralamat di jalan Raya Pemogan No.74, kampung islam, Kec. Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

Muhammad Sayuti (37) Sekretaris Masjid Al Muhajirin yang ditemui pada Rabu 21 April 2021, menerangkan asal usul Kampung Muslim Kepaon berawal dari mayoritas warga di lingkungan Kampung Islam Kepaon adalah Bali wit/wed atau Bali Asli.

Mimbar Bukti Sejarah Panjang Masjid Al Muhajirin dan Kampung Islam Kepaon
Mimbar Bukti Sejarah Panjang Masjid Al Muhajirin dan Kampung Islam Kepaon (Harun Ar Rasyid/Tribun Bali)

"Kebetulan kita semua ( Kampung Islam Kepaon) disini adalah wed, atau asli Bali,” ujar Sekretaris Masjid Al Muhajirin tersebut.

Prasasti dan Mimbar Bukti Sejarah Panjang Masjid Al Muhajirin dan Kampung Islam Kepaon

Puasa Ditengah Pandemi Covid-19, Kepala Dusun Kampung Islam Kepaon Denpasar Atur Penjualan Takjil

Ia mengatakan, sejauh yang Ia tahu, akar sejarah kampung Islam Kepaon adalah dari Puri Pemecutan.

Namun dia menggarisbawahi bahwa sedikitnya catatan mengenai asal usul Kampung Islam Kepaon menyebabkan dirinya meminta untuk melakukan konfirmasi ke Puri Pemecutan.

"Seperti sejarah yang diketahui kan, awal mulanya kan dari Puri Pemecutan, tapi lagi-lagi, terkait  hal ini harus di konfirmasi lagi ke pihak Puri Pemecutan, kan begitu" ujarnya.

Ia juga menambahkan untuk warga di sekitar Kampung Islam Kepaon ini menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa sehari-hari.

Lokasi Kampung Islam Kepaon merupakan lokasi ke dua, dimana warga Kampung Islam Kepaon sebelumnya bertempat tinggal di Badung.

sejumlah anak-anak menyantap hidangan berbuka puasa dalam tradisi megibung saat bulan Ramadan di Masjid Al-Muhajirin, Kampung Islam Kepaon, Denpasar, Rabu (15/5/2019).
sejumlah anak-anak menyantap hidangan berbuka puasa dalam tradisi megibung saat bulan Ramadan di Masjid Al-Muhajirin, Kampung Islam Kepaon, Denpasar, Rabu (15/5/2019). (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Akan tetapi, dengan sejarah panjang kehidupan masyarakat  Kampung Islam Kepaon di wilayah Bali, Sekretaris Masjid Al Muhajirin menuturkan bahwa warga yang ada di wilayahnya tidak sampai menyandang nama-nama khas Bali seperti yang di Pegayaman.

"Ya, kita Bali, bahkan untuk bahasa sehari-hari kita menggunakan bahasa Bali, cuma kita tidak memakai nama Putu, Ketut, Wayan seperti yang ada di Pegayaman, Singaraja" jelasnya.

Muhammad Sayuti yang memberikan keterangan tambahan bahwa dirinya sendiri merupakan keturunan ketujuh dari keluarganya yang tinggal di Kampung Islam Kepaon.

Kampung Islam Kepaon terdata menjadi Banjar Kampung Islam Kepaon.

Sepenggal Cerita Masjid Besar Al-Muhajirin Kampung Islam Kepaon Denpasar di Tengah Pandemi Covid-1

Dalam hal ini, yang didaulat menjadi ketua Banjar adalah ketua Masjid Al Muhajirin sendiri.

"Jadi kalau da apa-apa, ketua takmir sendiri yang bertugas langsung sebagai Bendesa Adat" tuturnya.

Jumlah Kepala Keluarga yang ada di Kampung Islam Kepaon ini sekitar 700an Kepala Keluarga.

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved