Breaking News:

Berita Denpasar

Dosen Unud Rugi Rp 200 Juta, Sanggah di Jalan WR Supratman Denpasar Terbakar Saat Kuningan

Bale piasan atau sanggah pada bangunan Tohpati Poultry milik Prof Dr Ir Nyoman Suparta MS terbakar

Tribun Bali/Andrian Amurwonegoro
Penanganan kebakaran bale piasan sanggah di Jalan WR. Supratman no 281 Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Denpasar, Bali, pada Sabtu 24 April 2021 - Dosen Unud Rugi Rp 200 Juta, Sanggah di Jalan WR Supratman Denpasar Terbakar Saat Kuningan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bale piasan atau sanggah pada bangunan Tohpati Poultry milik Prof Dr Ir Nyoman Suparta MS (68), dosen Universitas Udayana (Unud), di Jalan WR Supratman No 281, Denpasar, Bali, ludes terbakar, Sabtu 24 April 2021 sekitar pukul 10.30 Wita.

Untungnya, api bisa cepat dikendalikan dan tidak merembet ke tempat lainnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi saat masyarakat Hindu Bali merayakan hari raya Kuningan ini, namun kerugian yang diderita Nyoman Suparta sekitar Rp 200 juta.

Kapolsek Denpasar Timur Kompol Tri Joko Widiyanto melalui Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi mengatakan, dalam peristiwa kebakaran tersebut, satu unit bangunan bale piasan yang terbuat dari kayu dengan atap dari ijuk dan satu set peralatan sulinggih ludes terbakar.

Baca juga: Kronologi Kebakaran Rumah di Dalung Badung Bali, Berawal dari Kulkas dan Buku yang Terbakar

Baca juga: Diduga karena Mercon, Sebuah Gudang Kecil di Denpasar Kebakaran

Baca juga: Kebakaran Bengkel di Denpasar Diduga Akibat Percikan Api dari Las, Total Kerugian Sekitar Rp 10 Juta

"Penyebab kebakaran diduga karena dupa yang terbakar seusai melakukan persembahyangan," ujar Iptu Ketut Sukadi.

Menurut Ketut Sukadi, sebelumya pemilik tempat yang terbakar tengah melaksanakan persembahyangan bersama keluarga di pura yang berada di lantai tiga bangunan, pukul 08.00 Wita.

Seusai bersembahyang, sekitar pukul 09.30 Wita, pemilik bangunan beserta keluarga meninggalkan pura dan menuju ke lantai satu untuk sarapan serta berkumpul dengan keluarga lainnya.

"Saat sebelum kejadian, pemilik dan keluarga baru saja melaksanakan persembahyangan di pura yang ada di lantai tiga bangunan. Pemilik bangunan yang juga dosen ini, saat sembahyang tampak biasa saja. Baru sekitar pukul 10.30 Wita, kebakaran terjadi di area bale piasan," ujar Ketut Sukadi meneruskan keterangan pemilik bangunan.

Nyoman Suparta mengatakan, saat itu dirinya baru mengetahui adanya kebakaran setelah diberitahu oleh saksi Ni Nyoman Kondri (56).

Saksi saat itu melihat ada kepulan asap dari lantai tiga dan tidak lama api terlihat membesar hingga menghanguskan bale piasan.

Halaman
12
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved