Berita Jembrana

Pemkab Jembrana Sertifikatkan Tanah Timbul Seluas 1,8 Hektare di Desa Pengambengan

Bupati Jembrana I Nengah Tamba menggenjot birokrasi dengan mencari solusi untuk beberapa permasalah aset tanah milik Pemkab.

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Penyerahan sertifikat tanah timbul oleh BPN ke Bupati Jembrana, Nengah Tamba, Kamis 22 April 2021 kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Bupati Jembrana I Nengah Tamba menggenjot birokrasi dengan mencari solusi untuk beberapa permasalah aset tanah milik Pemkab.

Saat ini tercatat ada 1600 lebih sertifikat aset milik pemkab berupa bidang tanah dan bangunan rampung disertifikatkan.

Termasuk berupa tanah timbul di Desa Pengambengan seluas 1,8 hektare.

Sertifikat diserahkan Kepala  Kanwil BPN Provinsi Bali Rubi Rubijaya kepada Bupati Jembrana I Nengah Tamba.

Bupati I Nengah Tamba memberikan apresiasi atas kinerja BPN.

Pasalnya, pihak BPN dalam waktu yang sangat cepat mampu menyelesaikan pensertifikatan aset-aset milik Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Baca juga: Dua Truk Over Dimensi Overload Ditahan Petugas BPTD di Jembrana Bali

Baca juga: Satlantas Jembrana Bali Bagi-Bagi Masker dan Pasang Spanduk Larangan Mudik

Sebagai bupati, ia merasa sangat senang dapat menyelesaikan tugas khususnya dalam mensertifikatkan tanah milik Pemkab  Jembrana dengan waktu yang relatif cepat.

Selain aset berupa tanah dan bangunan serta jalan yang telah disertifikatkan, Bupati I Nengah Tamba juga mengatakan, sangat bersyukur pihak BPN telah merampungkan pensertifikatan tanah timbul desa Pengambengan Kecamatan Negara.

Dengan pensertifikatan tanah tersebut, sekaligus mendukung rencana besar Pemkab Jembrana untuk membangun sirkuit all in one, sebagai pengembangan kawasan serta pariwisata di Jembrana.

"Hari ini baru kita terima 1.8 hektare dari 3.5 hektare yang diajukan. Nah sisanya ini akan kita upayakan status ya pinjam pakai terlebih dahulu karena masih aset dari BPN."

"Tentunya kita terus akan berkordinasi dengan pihak BPN untuk percepatan hal ini," terang Bupati Tamba.

Baca juga: Bupati Jembrana I Nengah Tamba Ajak Perusahaan Percantik Wajah Kabupaten Jembrana

Kepada Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali, Tamba juga minta dibantu menyelesaikan beberapa aset milik  Pemkab Jembrana.Terutama yang status kepemilikannya masih bermasalah.

"Kita minta bantuan dari Kanwil BPN. Ini permasalahan sejak dahulu yang coba kita selesaikan. Aset aset pemkab yang secara kepemilikan dikuasai pihak lain," kata Tamba.

Sementara Kepala Kantor Wilayah BPN Propinsi Bali, Rudi Rubijya mengatakan, BPN tetap berupaya dengan cepat dalam mensertifikatkan, baik tanah masyarakat maupun aset-aset pemerintah.

Baca juga: Loka POM Buleleng Temukan Kerupuk Mengandung Boraks di Jembrana

”Ini komitmen kami di BPN. Selama persyaratannya lengkap sesuai aturan yang ada pasti kami selesaikan dengan waktu yang cepat juga termasuk dalam pensertifikatan tanah-tanah yang menjadi aset pemerintah kabupaten Jembrana,”ujarnya.

Kanwil BPN Propinsi Bali dan BPN Kabupaten Jembrana, kata Rudi, sampai saat ini aset-aset Pemerintah Kabupaten Jembrana telah rampung tersertifikatkan sebanyak 1613 bidang.

”Itu artinya BPN telah bekerja dengan sungguh-sungguh. Namun yang masih belum tentu nanti akan kita kejar. Dan sisanya akan segera diupayakan," tambahnya. (*)

Berita lainnya di Berita Jembrana

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved