Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Selama Galungan dan Kuningan, Volume Sampah di Badung Mengalami Penurunan 20 Persen

Malahan dari data Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLHK)  setempat, jumlah sampah yang dihasilkan malah mengalami penurunan

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Petugas DLHK Badung saat melakukan pengangkutan sampah di wilayah Kuta Utara Badung pada Minggu 25 April 2021 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Saat hari raya Galungan dan Kuningan, sampah di Kabupaten Badung ternyata tidak mengalami peningkatan.

Malahan dari data Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup setempat, jumlah sampah yang dihasilkan malah mengalami penurunan.

Penurunan sampah yang terjadi dikarenakan banyak warga pendatang yang beralamat di kabupaten Badung pulang kampung saat hari raya.

Kendati demikian, semua itu tetap menjadi atensi DLHK untuk melakukan pengangkutan.

Baca juga: Program KBS di Badung Terkait Pembayaran Kasus Penyakit yang Tak Tercover BPJS Dihentikan Sementara

“Volume sampah saat hari raya Galungan dan Kuningan memang mengalami penurunan.

Hal tersebut terjadi akibat kebanyakan penduduk pendatang pulang ke daerah asalnya,” ujar Kabid Pengelolaan Lingkungan dan Limbah B3 DLHK Badung AA Gede Dalem saat dikonfirmasi Minggu 25 April 2021.

Dikatakan dari data DLHK Badung, sampah pada hari raya Galungan dan Kuningan hampir sama.

Pihaknya mengakui untuk volume sampah ada penurunan sebanyak 20 persen.

Penurunan sampah terjadi pada lingkungan yang banyak penduduk pendatang yang tidak asli Badung.

Bahkan penurunan sampah terjadi sehari sebelum hari raya.

“Kalau sampah biasanya paling banyak dihasilkan dari pemukiman penduduk pendatang. Sementara untuk di daerah pedesaan volume sampah relatif sedikit bahkan jarang ditemukan lantaran warga membuangnya langsung di tanah belakang rumah-rumah warga atau tegalan,” ujarnya

Pria yang akrab disapa Gung Dalem itu mengatakan, biasanya sampah yang diangkut adalah sampah yang berada di wilayah kecamatan Mengwi menuju selatan.

Dijelaskan saat hari biasa, volume sampah yang biasanya masuk ke TPA sebanyak  130 ton.

Namun kini hanya mencapai 127 ton.

Baca juga: Sejarah Orang-Orang Bugis di Kampung Bugis Tuban Badung Bali, Masjid Asasuttaqwa Jadi Bukti

“Kami dari DLHK mengangkut sampah sebanyak 44,17 Ton, sisanya dari petugas lain seperti pihak desa langsung dan mencapai 127 Ton sampah yang masuk ke TPA dari Kabupaten Badung,” jelasnya sembari mengatakan jadi ada penurunan sebanyak 20 persen dari hari biasa.

Lebih lanjut, Mantan Kabid SDM di Dinas Pekerjaan Umum ini menambahkan, saat ini sampah hari raya paling banyak di daerah Kerobokan dan Jimbaran.

Dirinya pun mencatat volume sampah hari raya di wilayah tersebut  mencapai 1,1 Ton.

“Jadi, untuk pengangkutan sampah sudah kami atensi langsung pada pagi hari,” pungkasnya.(*)

Artikel lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved