Berita Denpasar
Perayaan Ramadhan 1442 H, Masjid An Nur di Denpasar Adakan Kultum Setiap Subuh
Masjid An Nur gelar kultum setiap subuh dan sebelum berbuka puasa selama perayaan bulan Ramadhan 1442 H.
Penulis: Harun Ar Rasyid | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Masjid An Nur gelar kultum setiap subuh dan sebelum berbuka puasa selama perayaan bulan Ramadhan 1442 H.
"Kita ada kegiatan rutin selama bulan puasa yaitu kultum setiap subuh dan sebelum berbuka puasa." jelas salah satu pengurus Masjid An Nur, Sharif Ibrahim, Senin 26 April 2021.
Kultum adalah penyampaian ajaran-ajaran agama dalam waktu yang terbatas.
Kultum sendiri adalah akronim dari kuliah tujuh menit.
Baca juga: Sejarah Orang-Orang Bugis di Kampung Bugis Tuban Badung Bali, Masjid Asasuttaqwa Jadi Bukti
Baca juga: Ramadhan 2021, Masjid Agung Asasuttaqwa Tuban Bali Gelar Tausiyah Seminggu 3 Kali, Ini Jadwalnya
Baca juga: Uniknya Arsitektur Masjid Al-Hikmah di Kertalangu Denpasar Bali, Perpaduan Hindu Bali Hingga Cina
Sharif Ibrahim dalam keterangannya juga menyampaikan bahwa kultum yang diadakan di Masjid An Nur biasanya diadakan sekitar lima belas menit.
Kultum juga disampaikan oleh Ustadz yang berbeda-beda setiap harinya.
Ia mengakui bahwa kondisi pandemi yang masih berlangsung membuat Masjid An Nur belum bisa menyelenggarakan kegiatan-kegiatan berskala besar seperti Tabligh Akbar dan sebagainya.
Namun, ia mengaku, perayaan Ramadhan tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya, tahun lalu kegiatan di Masjid An Nur dihentikan secara total.
"Kita bersyukur tahun ini bisa kembali melaksanakan ibadah di Masjid karena tahun sebelumnya kan ditutup total. Acara-acara besar juga belum berani kita adakan karena masih pandemi," ujar Sharif Ibrahim.
Selain menyelenggarakan kultum, masjid yang beralamat di Jalan Diponegoro No.192, Dauh Puri Klod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali ini juga menyelenggarakan kegiatan buka bersama.
Jamaah yang mengikuti acara buka bersama dianjurkan untuk membawa pulang makanan yang disediakan masjid untuk disantap di kediaman masing-masing.
Selain itu dengan menerapkan protokol kesehatan, Masjid An Nur juga mengadakan shalat tarawih selama perayaan bulan suci Ramadhan.
Kapasitas Masjid An Nur dalam kondisi normal bisa mencapai 1.000 an jamaah, namun pada kondisi pandemi seperti sekarang ini, Masjid An Nur baru menerima sekitar 100 - 200 an jamaah untuk pelaksanaan ibadah shalat tarawih.
Sharif Ibrahim menjelaskan, "Kalau untuk sholat tarawih kita biasanya menerima 100 - 200 an jamaah, kalau shalat lima waktu biasanya hanya 50 - 70 an jamaah, iya disini ada social distancing."
Jamaah Masjid An Nur sendiri merupakan warga sekitar masjid dan orang-orang yang bekerja di dekat Masjid An Nur.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, luas tanah dan bangunan Masjid An Nur sekitar 15 are.
Seperti keterangan pada prasasti yang terletak di muka masjid, masjid ini mulai dibangun pada 13 Mei 1978 dan selesai pada 1 Maret 1982.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/masjid-an-nur-di-jalan-diponegoro-adakan-kultum-setiap-subuh.jpg)