Kapal Selam Hilang Kontak
Sang Komandan Pernah Keluhkan Jadwal Overhaul KRI Nanggala 402 yang Terus Tertunda
Kapal selam KRI Nanggala 402 yang merupakan kapal selam tipe 209/1300 buatan Jerman ini jadi salah satu andalan kekuatan bawah laut TNI AL
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Upaya pencarian KRI Nanggala 402 yang dinyatakan tenggelam sejak Sabtu 24 April 2021 akhirnya berhasil ditemukan.
Kapal selam KRI Nanggala 402 yang merupakan kapal selam tipe 209/1300 buatan Jerman ini jadi salah satu andalan kekuatan bawah laut TNI AL yang diawaki oleh jajaran Korps Hiu Kencana.
Dari jenis yang sama, TNI AL mengoperasikan 5 kapal selam tipe 209 buatan Jerman dan Korea Selatan dan kini KRI Nanggala 402 dinyatakan tenggelam atau subsunk di perairan utara Bali.
Tragedi tenggelamnya Kapal selam KRI Nanggala-402 ini memantik sorotan publik di Tanah Air, khususnya sosok Letkol Laut Heri Oktavian yang notabene adalah komandan KRI Nanggala 402.
Baca juga: KSAL Pastikan Bukan Human Error, Minta Bantuan Internasional untuk Angkat KRI Nanggala-402
Baca juga: Salah Satu Awak KRI Nanggala-402 Gede Kartika Dikenal Sebagai Penyayang Keluarga
Sosok Heri Oktavian jadi salah satu dari 53 kru Korps Hiu Kencana yang dipercaya mengawaki Kapal selam Nanggala-402.
Menariknya, Letkol Laut Heri Oktvian ternyata pernah mengeluhkan soal overhaul KRI Nanggala-402 yang jadwalnya terus tertunda.
Keluhan sang komandan tertuang dalam artikel berjudul "Pesan dari Komandan KRI Nanggala-402" yang ditulis oleh Edna C Pattisna di kompas.id.
Dalam artikel tersebut, Edna menulis bahwa dirinya pertama kali bertemu dengan sosok Heri Oktavian ketika dirinya mendapatkan tugas untuk membuat tulisan tentang Satuan Kapal Selam di Surabaya.
Baca juga: Sebanyak 53 Prajurit TNI Gugur, KRI Nanggala 402 Terbelah Tiga Bagian
Baca juga: KRI Nanggala-402 Terbelah Tiga Bagian, Nada Lirih Panglima TNI Umumkan 53 Prajurit Gugur
Apalagi, menurut Edna, Heri Oktavian adalah sosok yang cerdas dan apa adanya dalam berbicara.
Sebuah sikap yang terkadang membuat keduanya bersitegang jika ada hal-hal yang membuat keduanya tidak sependapat.
Didorong oleh keakraban di antara keduanya itulah, Heri Oktavian kemudian tidak canggung untuk mengutarakan kondisi Korps Hiu Kencana (sebutan untuk Korps Kapal Selam Indonesia).
Bahkan, salah satu yang paling menonjol dalam tulisan Edna adalah bagaimana sebenarnya Heri Oktavian sudah mengeluhkan tentang kondisi KRI Nanggala-402.
Dalam artikel tersebut, Edna menyebut Heri sempat khawatir dengan rencana pembelian kapal selam bekas yang gosipnya pernah santer beredar.
Kegelisahan Heri Oktavian bukanlah tanpa alasan, sebab, jebolan Rajaratnam School of International Studies, Singapura tersebut sadar akan kebutuhan Korps Hiu Kencana.
"Ia menceritakan betapa TNI AL, khususnya korps Hiu Kencana, membutuhkan kapal selam yang mumpuni, tulis Edna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kapal-selam-kri-nanggala-402-salah-satu-unsur-kekuatan-bawah-laut-milik-tni-al.jpg)