Kapal Selam Hilang Kontak
Sang Komandan Pernah Keluhkan Jadwal Overhaul KRI Nanggala 402 yang Terus Tertunda
Kapal selam KRI Nanggala 402 yang merupakan kapal selam tipe 209/1300 buatan Jerman ini jadi salah satu andalan kekuatan bawah laut TNI AL
Proses ini biasanya dilakukan dengan cara membongkar mesin yang bermasalah untuk dapat diperiksa dengan sangat teliti, agar diketahui sumber masalahnya.
Sayang, proses overhaul yang diharapkan Heri Oktavian tak kunjung dilakukan, hingga akhirnya KRI Nanggala-402 tenggelam di dasar laut Bali akibat adanya sebuah masalah yang belum terungkap.
Sementara dikutip dari tni.mil.id, Heri Oktavian dilantik sebagai Komandan KRI Nanggala-402 pada 3 April 2020.
Dalam pelantikannya, Danpusdiksus menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras, sumbangan pikiran, kreativitas dan keberhasilan Letkol Laut (P) Heri Oktavian selama memimpin Sekasel.
Ajak Ibunda Masuk Kapal Selam
Di mata sang Ibu, Letkol Heri dikenal sebagai anak yang penyabar.
Murhaleni (73) ibunda Letnan Kolonel (P) Heri Oktavian mengatakan, ia terakhir bertemu putranya tahun 2020 lalu.
Saat itu, dengan lulusan Akademi Militer (Akmil) 2004 itu ini baru dilantik sebagai Komandan Kapal Selam KRI Nanggala 402.
"Sempat diajak masuk ke dalam (kapal selam)," kata Murhaleni.
Istri purnawirawan Polri ini mengatakan, Heri termasuk anak yang penyabar dan peduli dengan keluarga.
"Kalau ada apa-apa, dia pasti kontak keluarga di Lampung.
Seperti pas dilantik, dia ngajak kami, sampai diajak masuk ke dalam kapal," kata Murhaleni.
Panglima TNI Ajukan Ini untuk 53 Awak KRI Nanggala
Sebanyak 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402 telah gugur, hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
Guna tanda penghormatan atau penghargaan kepada seluruh awak kapal selam KRI Nanggala 402 akan diberikan kenaikan pangkat yang akan segera diajukan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kapal-selam-kri-nanggala-402-salah-satu-unsur-kekuatan-bawah-laut-milik-tni-al.jpg)