Breaking News:

Bisnis

SPBU Serta Pertashop Diminta Punya Asuransi Kerugian, Ketua Hiswana Migas Bali Nyatakan Mendukung

Dewa Putu Ananta menilai pengadaan asuransi kerugian bagi mitra kerja pengelola SPBU dinilai baik untuk pengelola.

Istimewa
Tampilan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 

“SPBU yang berlabel Pasti PAS adalah SPBU yang telah lolos audit untuk HSE, 3S, yaitu salam, senyum, serta sapa dan syarat lainnya.

SPBU yang berlabel Pasti PAS juga mendapat penghargaan kenaikan margin,” jelasnya.

Menurutnya, hal tersebutlah yang menjadikannya berbeda dengan margin SPBU regular.

“Memang disini asuransi belum digunakan sebagai mandatory persyaratan Pasti PAS, tapi tidak menutup kemungkinan akan ke arah sana.

Jadi, dengan kata lain asuransi merupakan suatu keharusan saat ini,” ucapnya.

Baca juga: Ombudsman: Peralatan Kilang Minyak Pertamina Banyak yang Sudah Tidak Laik

Dirinya juga beranggapan, terlebih usaha yang dimaksudkan misalnya mencari dana SPBU di Bank.

“Biasanya jika demikian, Bank pastinya merekomendasikan untuk pembuatan asuransi terhadap aset dan otomatis tidak perlu Pertamina yang mandatory, tetapi langsung Bank yang menawarkan,” paparnya.

Dewa Putu Ananta juga mengatakan bahwa adanya asuransi berguna untuk meng-cover kejadian-kejadian yang tidak bisa diprediksi oleh si Pengelola dan asuransi tersebut juga tidak hanya mengenai perkara kebakaran, namun ada juga seperti kondisi dimana mobil yang tanpa sengaja menabrak SPBU dan menyebabkan kerugian.

Menurutnya, hal tersebutlah yang perlu di-cover sehingga menjadikan asuransi sebagai kebutuhan.

Untuk SPBU aktif di Bali sendiri berjumlah sekitar 200an lebih dan Dewa Putu Ananta meyakini telah banyak SPBU yang berasuransi kerugian. (*)

Artikel lainnya di Bisnis

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved