Breaking News:

Bisnis

SPBU Serta Pertashop Diminta Punya Asuransi Kerugian, Ketua Hiswana Migas Bali Nyatakan Mendukung

Dewa Putu Ananta menilai pengadaan asuransi kerugian bagi mitra kerja pengelola SPBU dinilai baik untuk pengelola.

Istimewa
Tampilan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Bali, Dewa Putu Ananta menyatakan dukungannya terhadap permintaan dari pihak PT Pertamina (Persero).

PT Pertamina (Persero) sebelumnya meminta agar para pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) serta Pertamina Shop (Pertashop) memiliki asuransi kerugian dikarenakan kepemilikan asuransi tersebut bertujuan guna melindungi aset dari hal-hal yang tidak terduga.

Adanya asuransi kerugian tersebut juga berguna untuk menekan risiko kerugian pihak pengelola SPBU seperti kerusakan kerugian finansial, fisik aset, dan yang lainnya.

Dewa Putu Ananta menilai pengadaan asuransi kerugian bagi mitra kerja pengelola SPBU dinilai baik untuk pengelola.

Baca juga: Petani Asal Indramayu Ini Bahagia Dapat Uang Rp 3 Miliar dari Pertamina, Kini Jadi Miliarder Baru

“Jadi, sebagai pengusaha yang memegang lembaga penyalur SPBU bagus untuk memiliki asuransi kerugian dan kebetulan kontrak kami yang sekarang ini berisikan Mandatory Asuransi,” sebut Dewa Putu Ananta ketika dihubungi pada Kamis 29 April 2021.

Dirinya menuturkan bahwa meskipun setiap SPBU dilengkapi dengan alat-alat yang ber-health, safety dan environment (HSE) tinggi, namun tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal-hal seperti kerusakan aset atau pun kerugian finansial.

Berdasarkan hal tersebutlah, Dewa Putu Ananta berpandangan bahwa asuransi tersebut dapat memberikan penanggungan terhadap hal tersebut.

Dewa Putu Ananta juga menjelaskan bahwa hingga saat ini telah banyak SPBU yang memiliki asuransi serta setiap pengelola SPBU selalu diarahkan untuk memiliki asuransi kerugian, mengingat tanpa asuransi, pihak pengelola tidak bisa memperpanjang izin SPBU-nya.

Dirinya juga menyebut bahwa pengadaan asuransi tersebut memang belum menjadi syarat audit Pasti PAS, namun tidak menutup kemungkinan apabila jumlah SPBU yang diasuransikan tidak signifikan, maka bisa saja diarahkan ke audit Pasti PAS.

Halaman
12
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved