Breaking News:

Berita Denpasar

Dampak Pandemi Covid-19, Penjualan Sepeda Motor di Bali Turun hingga 60 Persen 

Pandemi Covid-19 berdampak terhadap semua sektor perekonomian, tak terkecuali sektor otomotif di Pulau Dewata, khususnya roda dua.

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Ilustrasi penjualan sepeda motor yang turun dampak pandemi, dua unit display sepeda motor Yamaha di Yamaha DDS Bali. 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Pandemi Covid-19 berdampak terhadap semua sektor perekonomian, tak terkecuali sektor otomotif di Pulau Dewata, khususnya roda dua.

Seperti pada penjualan Yamaha DDS Bali di awal tahun 2020 lalu mengaku sempat optimistis angka penjualan akan meningkat dari tahun 2019.

"Berbicara angka penjualan sebenarnya awal tahun lalu (2020) sangat optimis dengan kondisi bisnis kita. Karena market share kita sempat nomor satu di Bali, tapi begitu adanya pandemi Covid-19 bulan Maret sampai sekarang ini angka penjualan motor tidak bagus," ungkap Promotion Dept. Yamaha DDS Bali, Andri Fistulariyanto, saat ditemui tribunbali.com, Jumat 30 April 2021.

Baca juga: Ini Fungsi Teknologi VVA Pada Sepeda Motor Yamaha

Menurutnya, angka penjualan sepeda motor tidak bagus tidak hanya di Yamaha tetapi semua merk sepeda motor juga mungkin mengalami hal yang sama.

"Tidak hanya di Yamaha tapi mungkin di semua merk ya, demand atau angka penjualan semua merk turun sekitar sampai 60 persen. Kalau mau di-compare angkanya dengan tahun lalu 2021 dengan 2020 pasti jauh sekali menurun tapi lebih karena pandemi," imbuh Andri.

Ia menambahkan daya beli masyarakat terhadap sepeda motor tetap masih ada, tetapi kecil jauh dibandingkan sebelum pandemi Covid-19, penurunan mencapai 60 persen untuk dunia bisnis otomotif sangat berdampak.

Baca juga: Yamaha WR 155 R, Ekspresi Cinta dan Menembus Usia

Meskipun demikian, Yamaha DDS Bali ingin turut membantu membangkitkan pariwisata yang terpuruk di tengah pandemi Covid-19.

Upaya ini sederhana yakni dengan menggelar touring wisata motor bertajuk "Melali Untuk Bali Bangkit".

Program touring wisata ini didukung penuh oleh YRFI Provinsi Bali.

Baca juga: Sebut Dirinya Seperti Anak Tiri di Tim Yamaha, Morbidelli Ungkap Soal Ini Jelang MotoGP Doha 2021

 

"Kita bantu mempromosikan pariwisata Bali yang siap menyambut wisatawan dengan penerapan protokol kesehatan."

"Tahun ini Melali Untuk Bali Bangkit edisi kedua setelah sebelumnya digagas tahun lalu bulan Oktober," ujar Gubernur YRFI Provinsi Bali, Ivandri atau lebih dikenal dengan sapaan Ujang.(*)

Berita lainnya Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved