Breaking News:

Operasi Yustisi Covid-19 di Denpasar Utara, Satpol PP Kumpulkan Denda Satu Juta Rupiah

Hingga saat masih saja dijumpai warga tak patuh protokol kesehatan dengan tidak memakai masker saat keluar rumah terjaring operasi yustisi Covid-19.

istimewa
Masyarakat terjaring dalam giat operasi yustisi penegakan hukum protokol kesehatan covid-19 di Simpang Jalan Maruti - Jalan Cokroaminoto, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Denpasar, Bali, Jumat 30 April 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sanksi denda administratif sebanyak satu juta rupiah masuk ke dalam kas pemerintah hasil dari masyarakat yang terjaring tidak patuh protokol kesehatan Covid-19 dalam operasi yustisi di Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali, Jumat 30 April 2021.

Selama satu tahun lebih masa pandemi Covid-19 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar berperan melakukan penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 bagi warga Denpasar, Bali.

Hingga saat masih saja dijumpai warga tak patuh protokol kesehatan dengan tidak memakai masker saat keluar rumah terjaring operasi yustisi Covid-19.

Terbukti dalam operasi yustisi yang dilaksanakan Satpol PP di Simpang Jalan Maruti - Jalan Cokroaminoto, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara telah terjaring 12 orang pelanggaran masker.

"Dalam giat yustisi skala mikro pagi ini telah terjaring 12 orang pelanggaran masker," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga kepada Tribun Bali.

Dewa merinci, dari 12 orang yang terjaring operasi yustisi prokkes covid-19, 10 orang dikenakan sanksi denda Rp 100 ribu karena sama sekali tidak memakai dan membawa masker sedangkan 2 orang lainnya hanya diberikan pembinaan karena mengenakan masker kurang sempurna.

"Yang didenda terdapat 10 orang dan dibina atau diberi peringatan baik secara fisik maupun administratif ada 2 orang," ujarnya.

Sepanjang pelaksanaan sudah ada ribuan orang pelanggar terjaring operasi yustisi Covid-19.

Dalam operasi yang digelar selama kurang lebih 2 jam ini melibatkan unsur gabungan instansi ini giat operasi yustisi dilakukan secara mobile dan stasioner, petugas melakukan giat pemantauan dan pengawasan di sejumlah lokasi kawasan tersebut untuk menjaring dan membina warga yang masih melanggar protokol kesehatan.

"Kami ingatkan tujuan utamanya adalah sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat bukan semata-mata menghukum, kita harus bersama-sama memutus rantai penyebaran covid-19," kata dia.

Adapun giat penegakan hukum protokol dalam pelaksanaannya berdasarkan Pergub 46/2020 dan Perwali 48/2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian covid-19 dalam tatanan kehidupan era baru.

Operasi yustisi penegakan hukum protokol kesehatan covid-19 Kota Denpasar dinilai efektif dalam menekan angka penyebaran kasus covid-19. (*) 

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved