PON XX Papua
Potensi Raihan Medali Kontingen Bali di PON XX Papua
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali telah memetakan potensi cabang olahraga yang akan mendulang medali emas, perak dan perunggu.
Penulis: Marianus Seran | Editor: M. Firdian Sani
Laporan Wartawan Tribun Bali, Marianus Seran
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali telah memetakan potensi cabang olahraga yang akan mendulang medali emas, perak dan perunggu di PON XX Papua, 2 Oktober 2021.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Bali I Nyoman Yamadhiputra menjelaskan, kontingen Bali akan ikut 28 cabor dari 37 cabang olahraga yang dipertandingkan di PON XX.
"Ada 37 cabang olahraga yang dipertandingkan kita ikut 28. Potensi raihan medali, kita pemetaan ada di 16 cabang olahraga," ujarnya.
Menurut dia, 16 cabang ini berpotensi menyumbang medali untuk provinsi Bali.
• Jelang PON Papua, Pengurus KONI Bali Menginap di Pura Agung Surya Bhuyana Jayapura, Tidur Lesehan
Sebanyak 251 atlet dan 66 pelatih akan berjuang di Papua mulai 22 September 2021 karena sudah ada cabor yang betolak ke Jayapura.
Pada PON XIX di Jawa Barat tahun 2016 lalu, Bali berada di peringkat 6 dengan perolehan medali emas 20, 21 perak dan 35 perunggu.
Klasemen di atas Bali diduduki, kontingen Kalimantan Timur dan Jawa Tengah di peringkat kelima dan keempat.
Sementara di peringkat satu hingga tiga diduduki Jawa Barat, Jawa Timur dan DKI Jakarta.
Berangkat 22 September
Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 di Provinsi Papua akan digelar pada 2 Oktober mendatang.
Sebanyak 6.442 atlet tanah air telah bersiap menjalani kompetisi ketat pada 37 cabor, 56 disiplin olahraga, dan 679 nomor pertandingan.
Empat lokasi yang menjadi pusat penyelenggaraan PON XX Papua yakni di Kota dan Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.
Kontingen Bali pun telah mempersiapkan atletnya sejak jauh hari di tengah pandemi Covid-19.
• Pemprov Bali Suport Anggaran untuk Atlet Bali di PON XX, Minta Tingkatkan Teknik dan Stamina
Para atlet mulai diberangkatkan secara bertahap pada 22 September 2021.
Sebanyak 251 atlet Bali yang tengah digenjot di Pelatda Bali akan berjuang di Papua membawa nama Bali.
Cabang olahraga cricket Bali akan bertolak lebih dulu ke Papua, karena harus memulai pertandingan pada 25 September 2021 di Kabupaten Jayapura.
"Kontingen Bali yang pertama berangkat yakni cabor cricket pada 22 September 2021. Jadwal bertanding mereka 25 September 2021," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Bali, I Nyoman Yamadhiputra saat dikonfirmasi Tribun-bali.com, Jumat 30 April 2021.
Dia menjelaskan, seusai jadwal masing-masing cabor, maka H-3 mereka sudah harus di lokasi pertandingan.
“Masing-masing sesuai jadwal, dan keberangkatan sesuai tujuan. Ada empat klaster keberangkatan kontingen ke tujuan. Kalau yang bertanding ke Merauke, mereka langsung ke sana, tidak ke Jayapura.
Yang di Mimika langsung ke Mimika. Memang semua terpusat di Jayapura, " jelasnya.
Ia mengatakan, jadwal kontingen Bali akan bertanding di Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Mimika dan Merauke.
"Kontingen atlet Bali akan mengikuti 28 cabor, dan 23 disiplin sport dari 37 cabor dipertandingkan di PON XX Papua," katanya.
Atlet Tidur di Asrama
• PT LIB Beri Respons Terkait Kabar Liga 1 2021 Tanpa Degradasi
Minimnya jumlah fasilitas akomodasi di Papua mengharuskan semua kontingen atlet dari seluruh tanah air menginap di beberapa asrama atau mes yang disiapkan panitia PON.
Beberapa hotel yang tersedia dikhususkan bagi panitia dan perangkat pertandingan setiap cabor.
"Yang jelas akomodasi kontingen kita disiapkan oleh tuan rumah (panitia PON di Papua). Sementara informasi meeting kemarin, akomodasinya rata-rata menggunakan asrama polisi, tentara, mes dan lain sebagainya. Hotel digunakan oleh panitia untuk perangkat pertandingan, seperti wasit juri, panitia pertandingan dan lain sebagainya, " jelas I Nyoman Yamadhiputra.
Menurut dia, hotel yang disiapkan untuk perangkat pertandingan jumlahnya masih kurang, sehingga untuk para atlet pun diarahkan menginap di asrama.
Ia menambahkan, kondisi ini dialami semua kontingen yang akan bertanding di sana dan bukan hanya Bali.
Memang kondisi penginapan di asrama berbeda dengan hotel dari sisi kenyamanan.
"Penginapan dan kondisi kita di sana sama dengan atlet dari provinsi lain, karena mereka menggunakan penginapan itu sesuai dengan cabor. Misal, panjat tebing mereka di mes GKI, semua atlet seluruh Indonesia di situ. Semua rasa sama tidak ada perbedaan," jelasnya.
Tentu kondisi ini tidak mudah bagi para atlet.
Mereka harus segera beradaptasi mulai dari sekarang agar tidak terkejut saat tiba di asrama dan arena pertandingan.
"Atlet yang terbiasa dengan kondisi yang nyaman mulai sekarang harus adaptasi dan memposisikan diri dalam situasi seperti itu," tegasnya. (*)
Ikuti berita terkait PON XX Papua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/i-nyoman-yamadhiputra-seak-selaku-ketua-bidang-pembinaan-prestasi-koni-bali.jpg)