Berita Badung
Pemasangan Internet ke Rumah-rumah di Badung Capai 1.360 Titik
Pemasangan internet ke rumah-rumah di Badung, Bali, kian bertambah. Pemasangan internet tersebut dibiayai dengan cara swadaya.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemasangan internet ke rumah-rumah di Badung, Bali, kian bertambah.
Pasalnya banyak kini banjar atau desa yang mengusulkan untuk pemasangan internet ke rumah-rumah.
Pemasangan internet itu pun dengan cara membagi internet yang ada di balai banjar masing-masing.
Bahkan sampai saat ini kurang lebih sudah ada 1.360 titik wifi yang di pasang di rumah warga.
Baca juga: Waspadai Maling Wifi di Gianyar, Diskominfo: Dikira Diperbaiki, Tahu-tahunya Dicuri
Kendati demikian, pemasangan internet tersebut dibiayai dengan cara swadaya.
Pasalnya pemerintah hanya menyiapkan jaringan wifi sampai balai banjar saja.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), IGN Jaya Saputra, tidak menampik hal tersebut.
Pihaknya mengatakan, setidaknya hingga saat ini telah mencapai 1.360 titik tersebar di enam kecamatan.
"Jadi pemasangan internet yang dilakukan swadaya dari masyarakat atas persetujuan Diskominfo telah mencapai 1.360 titik. Sementara kami hanya memfasilitasi internet gratis sampai banjar," ungkapnya, Minggu 2 Mei 2021.
Diakui, banyak rumah tangga yang telah memanfaatkan jaringan internet gratis tersebut.
Tidak menutup kemungkinan ini terus bertambah mengingat masyarakat sangat antusias dalam memanfaatkan internet gratis itu.
"Internet kini sudah menjadi kebutuhan. Selebihnya dalam dunia pendidikan, sudah setahun lebih pembelajaran dilakukan secara daring," bebernya.
Menurutnya, wilayah yang pertama memanfaatkan jaringan internet ke rumah-rumah adalah Desa Bindu pada April 2020.
Kendati demikian untuk di desa tersebut jaringan internet sudah di bagi dan dimanfaatkan pada pelaku UMKM.
"Kalau di Bindu, UMKM sudah memanfaatkan dengan baik, jadi internet gratis bisa dilakukan untuk memasarkan produk UMKM secara online," bebernya.
Baca juga: Kadis Kominfos Bali Tegaskan Internet Jaringan Wifi Tetap Hidup Saat Hari Raya Nyepi 2021
Dijelaskan penyediaan alat untuk penguat sinyal dilakukan secara swadaya.
Kominfo menurutnya sifatnya hanya melayani yang memang membutuhkan untuk layanan dasar terutama desa atau banjar-banjar yang jauh dari pelayanan provider swasta.
Terkait kuota yang diberikan setiap banjar-banjar, kata Jaya Saputra, mencapai 100 Mbps.
Kuota ini diprioritaskan untuk layanan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan pemerintah lainnya.
Hal ini merupakan salah satu inovasi berupa menciptakan startup baru dan e-commerce dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dan menumbuhkan kreativitas pembuatan konten.
"Sementara kuota masih rata-rata (100 Mbps), karena untuk layanan pendidikan, kesehatan dan pelayanan pemerintahan menjadi skala prioritas. Semoga ekonomi segera pulih, sehingga ke depan akan kami perhatikan (peningkatan kuota -red),"katanya.
Lebih lanjut dirinya berharap masyarakat benar-benar bisa memanfaatkan jaringan wifi dengan baik.
Bahkan bisa juga digunakan untuk belajar online untuk para siswa di Badung, Bali.
"Mari kita jaga sama-sama dan manfaatkan wifi itu dengan baik. Sehingga ke depan generasi di Badung tidak buta teknologi," tungkasnya.(*).
Baca juga: TERKINI : Hari Raya Nyepi 2021 di Bali Internet Wifi Tetap Hidup, Data Seluler Mati, Ini Detailnya
Kumpulan Artikel Badung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pemasangan-internet-ke-rumah-rumah-di-badung-capai-1360-titik.jpg)