Breaking News:

Berita Buleleng

Buleleng Dapat Tambahan 50 Ribu Dosisi Vaksin Covid-19, Ditarget Habis Dua Minggu

Buleleng kembali mendapat tambahan 50 ribu dosis vaksin Covid-19 merk astra zeneca, Minggu 2 Mei 2021.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Buleleng kembali mendapat tambahan 50 ribu dosis vaksin Covid-19 merk Astrazeneca, Minggu 2 Mei 2021.

Vaksin itu ditargetkan  habis diberikan kepada masyarakat dalam kurun waktu dua minggu, atau hingga Rabu 19 Mei 2021. 

Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, dengan adanya penambahan 50 ribu dosis vaksin ini, pihaknya akan menggelar rapat bersama Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana pada Senin 3 Mei 2021.

Rapat dilaksanakan untuk menentukan siapa-siapa saja yang menjadi sasaran vaskinasi.

"Keputusannya Senin. Apakah tetap akan diberikan untuk lansia, masyarakat yang ada di perkotaan, atau untuk wilayah yang sedang menghadapi kasus aktif dengan akumulasi tinggi. Keputusannya nanti oleh bupati," jelasnya. 

Vaksinasi Covid-19 di Denpasar Kini Sasar 33 Pasar Desa

Stok Vaksin di Jembrana Habis, Vaksinasi Dihentikan Sementara

Vaksinasi Covid-19 untuk Pelayan Publik di Denpasar Mencapai 199,09 Persen

Suyasa pun mengaku optimis vaksin itu dapat dihabiskan sesuai target hingga Rabu 19 Mei 2021, mengingat jumlah tenaga (vaksinator) yang dimiliki cukup.

Apalagi Undiksha juga mengaku bersedia untuk membantu pelaksanaan vaksinasi, mengingat pihaknya memiliki beberapa tenaga dosen yang juga berporfesi sebagai dokter.

"Vaksinator cukup,  tinggal bagaimana nanti membaginya, apakah mereka akan datang ke masing-masing desa untuk lebih mempermudah pelaksanaan, atau masyarakat yang disasar yang datang ke titik vaksinasi," terangnya. 

Untuk memperlancar pelaksanaan vaksinasi ini, Pemprov Bali sebut Suyasa juga telah mengarahkan agar seluruh pimpinan OPD, Perbekel dan Kelian Adat ikut terlibat dalam melakukan pengawasan.

"Satu pimpinan OPD mengawasi satu desa. Tidak mengikuti ke ranah medik, tapi cukup memonitor pelaksanaannya saja. Kalau ada kendala kan bisa segera melapor ke Satgas. Selama ini sih tidak ada masalah, tapi alangkah baiknya OPD juga ikut berpatisipasi," jelasnya. 

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved