Breaking News:

2 Pasien Terpapar Mutasi Covid-19 Varian Baru di Bali, Satu Pasien yang Sudah Pernah Vaksin Sembuh

Sedangkan pasien yang terpapar virus Covid-19 varian Inggris dinyatakan sembuh dan sudah dipulangkan.

Tribun Bali/Luh Putu Wahyuni Sari
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya ketika ditemui pada, Kamis (22 April 2021) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kasus orang terpapar mutasi Covid-19 dari Afrika Selatan dan mutasi virus Covid-19 dari Inggris sudah diumumkan oleh Gubernur Bali, Selasa 4 Mei 2021. 

Mutasi virus Covid-19 ini merupakan varian baru yang terdeteksi di Indonesia. 

Satu diantaranya positif akibat dari penularan varian baru dari Afrika Selatan dengan kode B. 1.351.

Sementara satu orang pasien lainnya positif akibat penularan baru dari Inggris dengan kode B.1.1.7.

Pasien Covid-19 yang terpapar varian Afrika diketahui berasal dari wilayah Kabupaten Badung dan sudah meninggal beberapa waktu lalu di RSUP Sanglah.

Sedangkan pasien yang terpapar virus Covid-19 varian Inggris dinyatakan sembuh dan sudah dipulangkan.

Diketahui asal pasien Covid-19 varian Inggris ini berasal dari wilayah Kota Denpasar.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya mengatakan, dari dua kasus tersebut pasien dengan varian Covid-19 jenis Afrika yang meninggal belum divaksin Covid-19.

"Intinya yang pertama harus bersih bebas dari Covid-19 dengan menerapkan 6M. Dari dua kasus Covid-19 kiriman dari Afrika dan India yang tiba di Bali diketahui satu meninggal dan satu pasien telah sembuh. Dan yang meninggal ini sebelumnya sama sekali belum pernah di vaksin Covid-19 sedangkan yang sembuh sudah di vaksin Covid-19 dua kali," ujarnya. 

Lebih lanjutnya ia mengatakan, vaksin Covid-19 merupakan suatu cara untuk melindungi diri dari virus varian baru ini.

Dan mutasi virus ini dikhawatirkan lebih cepat, kuat dan mematikan.

"Artinya adalah vaksin ini merupakan suatu cara untuk melindungi diri dengan adanya varian baru ini kita harus berhati-hati waspada karena virusnya lebih cepat, kuat dan mematikan. Pasti begitu karena dia mutasi virus," paparnya. (*)

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved