Berita Bangli

Bangli Mulai Gerakan Serentak Vaksinasi Covid-19 di 7 Desa, Digelar Selama Enam Hari

Masyarakat yang menjadi sasaran di tujuh desa yang dicanangkan menjadi zona hijau pun satu per satu mulai mendapat giliran vaksin.

Istimewa
Pelaksanaan gertak vaksinasi Covid-19 di Desa Abuan, Susut. Kamis (6/5/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Gerakan serentak (Gertak) vaksinasi Covid-19 mulai dilakukan pada Kamis 6 Mei 2021.

Masyarakat yang menjadi sasaran di tujuh desa yang dicanangkan menjadi zona hijau pun satu per satu mulai mendapat giliran vaksin.

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta menyebutkan, tujuh desa yang menjadi sasaran vaksinasi diantaranya Desa Batur Utara, Desa Batur Tengah, Desa Batur Selatan, Desa Kedisan, Desa Tembuku, Desa Apuan Susut dan Kelurahan Kubu Bangli.

Teknis pelaksanaan vaksinasi di tujuh desa tersebut dibagi ke dalam 20 pos.

Baca juga: Vaksinasi Lansia di Bangli Mencapai 22,87 Persen

 “Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama enam hari. Yakni dari tanggal 6 Mei sampai tanggal 11 Mei,” ujarnya.

Gertak vaksinasi covid-19 di hari pertama dilaksanakan mulai pukul 08.30 wita.

Jumlah vaksin yang disiapkan seluruhnya mencapai 25 ribu dosis.

 “21 ribu dosis kita sebarkan untuk tujuh desa. Sementara empat ribu sisanya dialokasikan untuk pekerja pariwisata di bangli,” ucapnya.

Dikatakan pula, Gertak dipusatkan di tujuh desa yang mempunyai objek wisata.

Sebab tujuan gertak juga sebagai persiapan pembukaan beberapa objek wisata di Bangli.

Mengenai kapan pembukaan objek pariwisata, bupati asal Desa Sulahan, Bangli itu mengatakan masih menunggu keputusan dari pemerintah atasan.

Sementara itu, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa menambahkan, 20 pos yang menjadi tempat pelaksanaan vaksinasi ini memanfaatkan beberapa bangunan. Mulai dari balai banjar, kantor, hingga sekolah.

 Kedatangan penerima vaksin pun juga telah difasilitasi dan diatur oleh masing-masing kepala dusun.

“Pemanfaatan gedung-gedung ini karena kita harus memenuhi beberapa aspek. Salah satunya ketersediaan sinyal internet. Kita juga mengindari tempat-tempat yang low signal, karena khawatir proses registrasinya terlalu lama sehingga terjadi kerumunan orang,” jelasnya.

Baca juga: Warung Milik Ni Luh Muliadi di Bangli Ludes Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Sementara jika dalam pelaksanaannya terjadi kendala teknis berkaitan dengan sinyal internet, DIrgayusa mengaku telah memiliki beberapa strategi, salah satunya menggunakan sambungan internet dari telepon genggam.

“Kalau dirasa sinyal wifi tidak cukup kuat, solusinya tethering kuota atau voucher jika berdekatan dengan layanan wifi,” ujarnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved