Breaking News:

Ramadan

Warga di Kawasan Zona Merah dan Oranye Salat Idul Fitri di Rumah

SE bernomor 07 tahun 2021 yang ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu satu poinnya mengatur salat Idul Fitri di daerah zona merah.

Editor: DionDBPutra
KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATIN
Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kementerian Agama RI (Kemenag) mengeluarkan surat edaran tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri 1442H/2021 di tengah Pandemi virus Corona (Covid-19).

SE bernomor 07 tahun 2021 yang ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu satu poinnya mengatur salat Idul Fitri di daerah berstatus zona merah dan zona oranye virus corona agar dilakukan di rumah masing-masing.

”Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M di daerah yang mengalami tingkat penyebaran Covid-19 tergolong tinggi (zona merah dan zona oranye) agar dilakukan di rumah masing-masing, sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya," demikian bunyi salah satu poin dalam surat edaran tersebut.

Baca juga: Masyarakat Diizinkan Gelar Salat Tarawih dan Salat Idul Fitri 2021 Berjamaah

Baca juga: Niat, Tata Cara dan Amalan Sunah Salat Idul Fitri di Rumah

Surat Edaran itu turut mengatur salat Idul Fitri yang dapat digelar berjamaah di masjid dan lapangan hanya di daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19.

Aman yang dimaksud adalah yang berstatus zona hijau dan zona kuning berdasarkan penetapan pihak berwenang.

Meski demikian, salat Idul Fitri di zona kuning-hijau tersebut tetap wajib menerapkan pelbagai protokol kesehatan yang ketat.

Dalam butir lain Surat Edaran tersebut, Yaqut juga meminta para lansia untuk tidak menghadiri Salat Idul Fitri secara berjemaah di masjid atau lapangan terbuka.

”Bagi para lansia (lanjut usia) atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri salat Idulfitri di masjid dan lapangan," tulis Yaqut.

Dalam menjalankan salat Idul Fitri, Yaqut meminta seluruh jemaah agar tetap memakai masker, baik selama pelaksanaan salat maupun selama menyimak khotbah Idul Fitri di masjid dan lapangan.

Jemaah Salat Idul Fitri yang hadir juga tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf dan antarjemaah.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved