Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Ancam Demo dan Blokade Jalan di Medsos Saat Larangan Mudik, Netizen Dipanggil Polres Jembrana

salah satu netizen, yang meresahkan dengan mengajak untuk demo dan memblokade jalan saat lebaran tiba.

Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Foto: Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa (kanan) didampingi Kabagops Polres Jembrana, Kompol I Wayan Sinaryasa di Mapolres Jembrana. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Tanganmu harimaumu, mungkin ungkapan ini yang pantas dengan kondisi saat ini yang lebih terpusat di jagat dunia maya.

Ketika tak bijak mengggunakan sosial media, maka akan dapat berakibat fatal kepada penggunanya.

Seperti salah satu netizen, yang meresahkan dengan mengajak untuk demo dan memblokade jalan saat lebaran tiba.

Tak menunggu waktu lama, polisi pun langsung mengetahui siapa dibalik akun tersebut dan langsung memanggil yang bersangkutan.

Status provokatif terkait mudik ini dilakukan oleh seseorang berinisial SH.

Bahkan nadanya seakan menantang aparat kepolisian, yang membuat keresahan karena aparat gabungan sedang mengantisipasi tidak terjadi kluster penularan Covid-19.

Polres Klungkung Siapkan Dua Pos Penyekatan Mudik, Fokur di Jalur Utama Menuju Pelabuhan Padang Bai

Pastikan Kelancaran Operasional Peniadaan Mudik 2021, Bandara Ngurah Rai Bali Siagakan Posko Terpadu

Penjagaan Pelarangan Mudik di Uma Anyar Denpasar Dibantu Pecalang, Bendesa: Kami Ngayah

Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, mengatakan, bahwa sudah memanggil yang bersangkutan.

Postingannya bahkan sudah dipantau oleh Polda Bali.

Sehingga, pihaknya memanggil untuk yang bersangkutan diklarifikasi. Klarifikasi dimaksudkan, supaya yang bersangkutan menjelaskan apa yang menjadi alasan melakukan hal tersebut.

“Kami tidak mau ada yang mengganggu kamtibmas. Sehingga kami panggil untuk memberi klarifikasi,” ucapnya, Jumat 7 Mei 2021.

Ketut menambahkan, bahwa pihaknya mengimbau warga untuk bijak bersosial media.

Tidak melakukan hal-hal yang bisa menjurus ke ranah pidana.

Sebab, polisi tidak akan berkompromi ketika akhirnya membuat kegaduhan bahkan sampai benar terjadi aksi-aksi tersebut.

“Kami akan tindak tegas. Kami meminta tidak ada yang membuat status provokatif apalagi mengajak orang lain yang merugikan diri sendiri juga orang lain,” bebernya.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved