Breaking News:

Bule Diduga Penyelenggara Kelas Orgasme di Ubud Bali Ditangkap di Kawasan Uluwatu

Seorang bule terduga penyelenggara dan sponsor acara kelas orgasme di Ubud, Gianyar, Bali, ditangkap. Pria tersebut berinisial CKM setelah munculnya

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
KOMPAS.com/Ach. Fawaidi
Bule CKM diduga penyelenggara kelas orgasme di Ubud, Gianyar, Bali saat ditangkap Kemenkumham Bali 

TRIBUN-BALI.COM - Seorang bule terduga penyelenggara dan sponsor acara kelas orgasme di Ubud, Gianyar, Bali, ditangkap.

Pria tersebut berinisial CKM, ditangkap setelah munculnya promosi kelas orgasme di Bali.

Kemenkumham Bali menangkap bule tersebut di Kawasan Uluwatu, Badung, Bali.

Pelaku adalah pria asal Kanada berinisial CKM.

Kementerian Hukum dan HAM wilayah Bali meminta keterangan lengkap dari pria tersebut.

"Kami juga sedang menangani WNA kemungkinan Kanada, kami juga harus mengonfirmasi secara jelas kewarganegaraannya. Karena saat ini sudah kami tangkap," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk dalam keterangannya, Jumat 7 Mei 2021.

Jamaruli belum menjelaskan lebih jauh perihal penangkapan bule CKM.

Ia juga belum menjabarkan hasil pemeriksaan warga negara Kanada itu.

Baca juga: 9 Fakta WNA dan Acara Orgasme di Ubud Bali, Rencana Digelar di Vila hingga Peserta Bayar Rp 8 Juta

Berdasarkan jadwal yang diterima oleh Kompas.com, CKM akan memenuhi panggilan dari Kemenkumham Bali hari ini.

Namun, ia tak kunjung hadir di kantor Kemenkumham Bali hingga pukul 17.00 Wita.

Sekitar pukul 17.45 Wita, petugas terlihat memboyong CKM masuk ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar.  

Saat dimintai komentar, WN Kanada itu enggan memberikan keterangan kepada media.

Petugas yang membawa CKM menyebut, WN Kanada itu ditangkap di kawasan Uluwatu, Badung, Bali.

Sebelumnya, sebuah promosi kelas orgasme kembali ditemukan di Bali.

Acara tersebut ditawarkan melalui situs eventbrite.com bertajuk tantric full body orgasm.

Tarif yang dipasang dalam kegiatan itu sebesar 20 euro atau setara Rp 340 ribu per orang.

Berdasarkan informasi yang tercantum dalam situs tersebut, kegiatan akan dilaksanakan pada Sabtu 8 Mei 2021 dari pukul 10.00-18.00 Wita di di Jalan Penestanan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali.

Sebelumnya, Tribun Bali pada 7 Maret 2021 pernah memberitakan peristiwa sejenis, dengan Judul Artikel: KRONOLOGI Acara Orgasme di Ubud Bali yang Bikin Heboh hingga Ditangani Kepolisian.

Saat itu acara bertajuk “Tantric Full Body Energy Orgasm Retreat” atau kemudian lebih disebut sebagai acara orgasme telah ditangani pihak kepolisian.

Kegiatan tersebut sempat menghebohkan jagat maya lantaran diduga berbau seksual dan tidak sesuai norma.

Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Losa Lusiano Araujo saat itu mengatakan kepolisian belum menemukan adanya unsur pidana yang dilakukan oleh AB.

Sehingga, kepolisian hanya sebatas memberikan pembinaan terhadap yang bersangkutan. 

"Tidak (ditahan), karena memang belum ada unsur pidana yang memenuhi untuk dilakukan penahanan," ujarnya Minggu 7 Maret 2021.

Losa menyebut, kepolisian telah meminta keterangan sejumlah saksi. Termasuk mencari keterangan terkait kegiatan yang akan dilakukan.

"Kita juga klarifikasi pihak hotel di mana rencana kegiatan itu digelar," ujarnya. 

"Pihak hotel membenarkan ada bookingan kegiatan yoga, meditasi dan sejenisnya. Bahkan hotel sudah menyiapkan matras. Namun, bokingan tersebut sudah dibatalkan H-1 oleh pihak pemesan dengan alasan Covid-19 menghindari kerumunan. Bertindak sebagai pemesan hotel, yakni TY teman perempuan WNA inisial AB ini," imbuh Losa.

"Kami juga cari yang bersangkutan. Yang juga meng-upload undangan tersebut di medsos," ujarnya. 

Untuk memudahkan penyelidikan, pihaknya lantas mengajak yang bersangkutan ke Mapolsek Ubud untuk dimintai keterangan.

"Kita bawa ke polsek, agar mudah ambil keterangan. TY ini membenarkan memposting undangan di media sosial bertuliskan 'Tantric Full Body Energy Orgasm Retreat' mencantumkan lokasi acara di Ubud," ujarnya.  

"Namun baru beberapa saat diposting, undangan ini dominan mendapatkan komentar tidak baik. Mereka merasa ada yang salah, sehingga postingan tersebut langsung dihapus. Kemudian bokingan hotel juga dibatalkan. Rencana kegiatan juga dibatalkan," tandasnya.

Pihaknya juga mendalami terkait dugaan kegiatan yang mengarah pada pelanggaran kasus kesusilaan.

Namun dari hasil pemeriksaan awal, dugaan tersebut terbantahkan karena acara atau kegiatan diduga kelas orgasme tersebut belum terjadi.

"Kejadiannya belum terjadi. Jadi dari hasil pemeriksaan awal belum ditemukan pelanggaran," ujarnya.

Tak hanya mendapat atensi dari kepolisian, 'acara orgasme' itu juga mendapat perhatian dari pihak Imigrasi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Seorang WNA yang Diduga Gelar "Kelas Orgasme" di Bali Ditangkap"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved