Breaking News:

Berita Denpasar

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Penjualan Pakaian Bekas Impor di Denpasar Meningkat

Saat disinggung berapa persen peningkatannya, Rudi menyampaikan tidak tentu tetapi dibandingkan hari-hari biasa sebelumnya dari Jumat dan malam ini

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana pedagang pakaian bekas impor di Jl. Teuku Umar Barat Denpasar, Sabtu 8 Mei 2021 malam yang ramai 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Menjelang hari raya Idul Fitri 1442H omzet penjualan pakaian bekas impor di Jl. Teuku Umar Barat Denpasar cukup meningkat signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

"Dikit-dikit ada peningkatan penjualan, baju sama celana dan jaket banyak dicari oleh semua kalangan yang kesini," ujar salah satu penjual bekas impor, Rudi Sumargo, Sabtu 8 Mei 2021 malam.

Saat disinggung berapa persen peningkatannya, Rudi menyampaikan tidak tentu tetapi dibandingkan hari-hari biasa sebelumnya dari Jumat dan malam ini lebih ramai.

Hari-hari biasa dapat terjual minimal 20 potong sedangkan kemarin bisa terjual lebih dari 50 potong pakaian baik baju, jaket maupun celana.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Denpasar 8 Mei: Pasien Sembuh Bertambah 38 Orang, Positif 36 Orang & 1 Meninggal

Dimana kisaran harga yang ditawarkan disini mulai dari rentan harga Rp 25 ribu sampai Rp 150 ribu tergantung kondisi dan merek.

Untuk jam operasional disini buka mulai dari pukul 17.00 sampai pukul 21.00 WITA atau menyesuaikan dengan aturan PPKM skala mikro yang diberlakukan.

Sementara itu salah satu pembeli pakaian yakni Fitria Han mengaku membeli pakaian di sini akan digunakan saat setelah shalat hari raya Idul Fitri nanti.

"Rencananya beli pakaian ini dipakai setelah shalat idul fitri untuk jalan-jalan, rencananya paling main ke Bedugul sama teman-teman kantor, diajak bos kesana," kata Fitria.

Ia pun baru pertama kali mencari pakaian disini dan tidak kalah jauh dengan pakaian yang dijual di toko-toko.

"Saya baru pertama kali kesini dapat yang bagus-bagus tadi.

Cuma bedanya baju disini kebanyakan tidak laku di toko terus dijual murah bukan barang bekas sih, secara kualitas masih layak pakai," jelasnya.(*)

Artikel lainnya di Berita Denpasar

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved