Breaking News:

Berita Buleleng

UPDATE: Usai Idul Fitri, Berkas Perkara Explore Buleleng Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Buleleng telah melimpahkan 8 tersangka dan barang bukti kasus dugaan mark-up Explore Buleleng

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara - UPDATE: Usai Idul Fitri, Berkas Perkara Explore Buleleng Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Buleleng telah melimpahkan 8 tersangka dan barang bukti kasus dugaan mark-up Explore Buleleng dan Bimtek CHSE, kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jumat 7 Mei 2021.

Dengan pelimpahan ini, para tersangka dalam waktu dekat mulai menjalani persidangan.

Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara mengatakan, pelimpahan tersangka dan barang bukti kepada JPU dilakukan bertahap, secara virtual.

Di mana untuk tahap pertama, pelimpahan dilakukan terhadap tersangka yang ditahan di Lapas Kelas IIB Singaraja, yakni Made Sudama Diana selaku Kadispar Buleleng, Kabid Pemasaran Pariwisata I Nyoman Gede Gunawan, Kasi Bimbingan Masyarakat I Nyoman Sempiden, Kasi Pengembangan dan Peningkatan SDP Kadek Widiastra, serta Kasi Kelembagaan dan Standarisasi Pariwisata Putu Sudarsana.

Baca juga: UPDATE: Berkas Perkara Kasus Dugaan Mark up Explore Buleleng Dinyatakan Lengkap

Sementara, pelimpahan tahap kedua dilakukan kepada tiga tersangka yang ditahan di Rutan Polsek Sawan, yakni Kasi Promosi dan Kerjasama IGA Maheri Agung, Sekdispar Buleleng Ni Nyoman Ayu Wiratini, serta Kabid Sumber Daya Pariwisata Putu Budiani.

Pelimpahan dilakukan secara virtual mengingat Lapas Singaraja tengah mengurangi mobilitas tahanan, untuk mencegah terjadinya klaster Covid-19.

"Dari pada tahanan keluar-masuk, kami memutuskan untuk melakukannya secara virtual. Penasihat hukum masing-masing tersangka juga setuju, karena hak para tersangka tidak dikurang," katanya.

Jayalantara menyebut, dengan adanya pelimpahan ini, maka para tersangka kini berstatus sebagai tahanan JPU.

Bahkan, JPU memiliki waktu untuk melakukan penahanan terhadap 8 tersangka selama 20 hari ke depan, terhitung sejak Jumat 7 Mei 2021 hingga Rabu 26 Mei 2021.

"Sebelum masa penahanannya habis, berkas perkara harus sudah dilimpahkan oleh JPU ke Pengadilan Tipikor Denpasar. Informasinya, pelimpahan itu akan dilakukan oleh JPU setelah hari raya Idul Fitri," terangnya.

Terkait barang bukti yang sudah berhasil disita, hingga saat ini kata Jayalantara tidak mengalami perubahan, yakni berupa uang tunai sebesar Rp 602 juta, dari jumlah kerugian negara ditafsir mencapai Rp 789 juta lebih.

Baca juga: UPDATE Kasus Korupsi Explore Buleleng, JPU Minta Penyidik Pertegas Waktu,Lokasi & Alur Tindak Pidana

Demikian dengan jumlah tersangka, kata Jayalantara masih tetap berjumlah delapan orang.

"Nanti kita lihat hasil di persidangan, kan terbuka untuk umum. Kalau ada fakta baru hingga menambah jumlah tersangka, akan dirapatkan lagi oleh penyidik. Kalau ada fakta baru tentu akan ditindaklanjuti," tutupnya. (*).

Kumpulan Artikel Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved