Soal Rencana Pertemuan Biden dan Putin, Setel Ulang Hubungan AS dan Rusia Diharapkan ke Arah Positif
Pertemuan ini juga digambarkan sebagai pertemuan dua musuh lama yang hubungannya bisa diatur ulang.
TRIBUN-BALI.COM - Rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin diharapkan dapat menurunkan ketegangan dua negara raksasa tersebut.
Pertemuan ini juga menggambarkan sebagai pertemuan dua musuh lama, yang hubungannya bisa diatur ulang.
Namun, banyak pihak yang pesimis pada hasil pertemuan dua pemimpin negara adidaya ini.
Apalagi kedua negara tidak berminat membuat konsesi dari pertemuan itu.
Baca juga: Korea Utara Sangat Marah Disebut Presiden Joe Biden Sebagai Ancaman Keamanan Global
Mengutip Reuters, Kamis 13 Mei 2021, sejumlah hal seperti lokasi, waktu dan agenda, masih dinegosiasikan oleh kedua belah pihak.
Rencananya pertemuan itu terjadi pada bulan Juni di negara ketiga.
Pertemuan itu juga terjadi menyusul kunjungan pertama keluar negeri Biden ke negara sekutu AS, yakni Inggris dan Belgia.
Gedung Putih, seperti dilansir Reuters, berhati-hati menggambarkan pertemuan Biden dengan Putin itu sebagai upaya pengaturan ulang hubungan kedua negara.
Namun, pertemuan itu juga menjadi kesempatan untuk menyeimbangkan kembali hubungan kedua negara pasca pemerintahan Donald Trump yang sebelumnya dinilai condong membela Rusia.
"Menurut kami, ini bukan pengaturan ulang.
Ini upaya untuk membuat yang kurang diperhatikan menjadi fokus utama, membuatnya lebih dapat diprediksi, bekerja sama di mana kami setuju - dan di mana kami tidak setuju, membuat sejumlah poin kesepakatan," kata seorang pejabat senior Gedung Putih kepada Reuters.
"Penyetelan ulang menyiratkan bahwa ini akan menjadi satu, mendorong 'hubungan strategis paling penting dari kepresidenan' dan menurut saya bukan itu pesan yang kami coba kirimkan," ujar pejabat yang berbicara secara anonim itu.
Untuk Kremlin, para pejabat Rusia memandang KTT tersebut penting untuk mendengar dari Biden secara langsung setelah apa yang dikatakan sumber yang dekat dengan pemerintah Rusia terkait pesan yang disampaikan beragam dari pemerintahan AS yang baru.
"Hal terbaik yang bisa kami harapkan saat ini adalah status quo
Baca juga: Pemerintahan Joe Biden dan Vladimir Putin Kompak Sepakati Pembatasan Senjata Nuklir
Dan hubungan kedua negara tidak menjadi lebih buruk," kata sumber itu.(*)
Artikel lainnya di Berita Internasional
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/presiden-amerika-joe-biden.jpg)